Pasar Indonesia Makin Dilirik Brand Fesyen Korea

6 hours ago 2
Pasar Indonesia Makin Dilirik Brand Fesyen Korea Founder Fibreno, Iris Lim.(Dok. Fibreno)

BRAND fesyen asal Seoul, Korea Selatan, Fibreno, memperkuat ekspansinya di Indonesia dengan membuka gerai pertama di Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (21/8). Pembukaan toko permanen ini dilakukan setelah perusahaan mendapat respons positif dari konsumen saat menggelar pop-up store pada Februari lalu.

Founder Fibreno, Iris Lim, mengatakan Indonesia memiliki posisi khusus dalam perjalanan ekspansi merek tersebut. Selain melihat potensi pasar, kedekatan personalnya dengan Indonesia menjadi salah satu alasan Fibreno tidak ingin terburu-buru masuk ke pasar Tanah Air.

“Indonesia selalu memiliki tempat khusus di hati saya. Membuka gerai pertama Fibreno di Jakarta terasa seperti kembali ke rumah,” ujar Iris Lim di Jakarta.

Iris mengatakan dirinya tumbuh besar di Indonesia sehingga tidak melihat negara ini sekadar sebagai pasar ekspansi berikutnya. Karena itu, Fibreno memilih menguji respons konsumen terlebih dahulu melalui pop-up store sebelum membuka gerai permanen.

Menurut dia, hasil dari pop-up store tersebut cukup positif dan akhirnya menjadi salah satu pertimbangan perusahaan membuka gerai di Plaza Indonesia.

“Indonesia adalah rumah kedua saya. Saya tumbuh besar di sini. Jadi, kalau saya ingin membawa Fibreno ke Indonesia, saya ingin melakukannya dengan cara yang baik,” kata Iris.

Fibreno menilai karakter konsumen Indonesia juga sesuai dengan identitas merek yang menjadikan warna sebagai salah satu elemen utama desain.

Iris melihat konsumen Indonesia memiliki ketertarikan kuat terhadap warna, sejalan dengan filosofi Fibreno, Color for Life. Filosofi tersebut menempatkan warna tidak hanya sebagai unsur estetika, tetapi juga bagian dari identitas, memori, dan ekspresi personal.

“Saya percaya orang Indonesia menyukai warna. Warna adalah bagian utama dari visi dan konsep kami. Karena itu, Indonesia sangat penting bagi Fibreno,” ujarnya.

Siapkan Produk Khusus Pasar Indonesia

Meski sebagian besar koleksi yang dipasarkan di Indonesia serupa dengan yang tersedia di Korea Selatan, Fibreno juga mulai menyiapkan produk yang lebih dekat dengan karakter konsumen lokal.

Iris mengatakan pengembangan tersebut tidak selalu hadir sebagai koleksi permanen. Produk dapat disesuaikan dengan musim, momentum, maupun karakter pasar di Indonesia.

Salah satu pendekatan lokal yang telah dilakukan adalah menghadirkan aksesori berbentuk durian yang dikembangkan khusus untuk pasar Indonesia.

“Koleksinya kurang lebih sama, tetapi kami juga memikirkan sesuatu yang spesial untuk Indonesia. Saat ini kami sedang mengerjakannya,” kata Iris.

Pada tahap awal, sejumlah koleksi yang diperkenalkan di Indonesia antara lain DIECI Baguette Bag Slim, JELLY Lepain Bag M, dan Two Tone Tutti Bag.

Koleksi tersebut mengusung karakter Fibreno melalui siluet minimalis, konstruksi ringan, serta permainan warna yang dapat dipadupadankan sesuai gaya personal penggunanya.

Fibreno sendiri berdiri sejak 2013 dan dikenal melalui produk tas serta small leather goods dengan desain timeless dan palet warna yang menjadi ciri khas.

Bag Charm Jadi Tren Global

Selain ekspansi gerai, FIBRENO turut melihat meningkatnya tren penggunaan bag charm di industri fesyen. Iris menilai tren tersebut kini tidak hanya berkembang di Korea Selatan atau Indonesia, tetapi telah menjadi fenomena global.

Namun, ia menegaskan Fibreno tidak semata-mata mengembangkan aksesori karena mengikuti tren.

Menurut Iris, berbagai small goods sudah menjadi bagian penting dari produk FIBRENO bahkan sebelum tas berkembang menjadi salah satu kategori utama merek tersebut.

“Kami memulainya dari small goods. Jadi, kami sudah memiliki banyak variasi produk kecil yang kemudian bisa dipadukan dengan tas,” ujarnya.

Aksesori tersebut juga dirancang tidak hanya untuk mempercantik tampilan tas. Sejumlah produk memiliki fungsi tambahan, termasuk aksesori yang dapat digunakan untuk menggantung atau menyimpan kacamata.

Pendekatan itu dinilai menjadi salah satu pembeda Fibreno ketika tren personalisasi tas melalui bag charm semakin populer.

CEO BUKA Retail Aswadi mengatakan respons terhadap Fibreno menunjukkan konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap merek Korea yang tidak hanya mengandalkan tampilan, tetapi juga fungsi.

“Respons terhadap Fibreno menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mengapresiasi produk Korea yang tidak hanya memiliki identitas desain kuat, tetapi juga fungsional dan relevan untuk keseharian,” ujar Aswadi.

Sebagai distributor resmi Fibreno di Indonesia, BUKA Retail menyatakan akan membangun kehadiran merek tersebut secara konsisten dan berkelanjutan.

Gerai di Plaza Indonesia mengusung konsep second home yang terinspirasi dari flagship store Fibreno di Anguk, Seoul. Konsep itu dirancang untuk menghadirkan pengalaman berbelanja yang lebih personal sekaligus membawa atmosfer Seoul ke Jakarta.

Untuk tahap awal, koleksi Fibreno tersedia secara eksklusif melalui gerai offline di Plaza Indonesia. (Z-10)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |