Prabowo Siapkan Rp 4 Triliun Benahi Perlintasan Sebidang

4 hours ago 2

PRESIDEN Prabowo Subianto menyoroti masalah perlintasan sebidang di Pulau Jawa. Menurut Prabowo, banyaknya perlintasan kereta api dan jalan raya yang tidak dijaga menjadi salah satu alasan kecelakaan kereta api masih bisa terjadi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Prabowo menyampaikan pandangannya itu setelah terjadi kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek. Ketua Umum Partai Gerindra ini ingin mencegah kejadian serupa terulang.

Menurut Prabowo, di Pulau Jawa ada sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang yang perlu dibenahi. Dia berujar lintasan itu tidak diperbaiki sejak zaman penjajahan Belanda. 

"Kami akan selesaikan semua itu, saya sudah perintahkan, kami akan perbaiki lintasan tersebut, entah dengan pos jaga atau flyover," saat menjenguk para korban kecelakaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa pagi, 28 April 2026, dikutip dari keterangan Sekretariat Presiden.

Prabowo berujar akan segera menunjuk pelaksana khusus sebagai penanggungjawab proyek tersebut. Dia juga akan menyiapkan anggaran sekitar Rp 4 triliun untuk perbaikan-perbaikan tersebut. "Demi keselamatan. Kita sangat penting dan butuh kereta api, maka perlu dilakukan itu," ucap mantan Menteri Pertahanan ini.

Insiden kecelakaan kereta di Bekasi bermula ketika kereta KRL sedang berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur. Kereta itu berhenti akibat adanya gangguan karena di depan mereka dari arah berlawanan terdapat tabrakan antara kereta dengan sebuah mobil taksi. 

Kemudian tidak lama tampak KA Argo Bromo Anggrek melaju dari arah belakang dan langsung menghantam badan kereta tersebut. Tabrakan itu membuat badan kereta Commuter Line di gerbong khusus wanita menjadi ringsek.

Jumlah korban dalam peristiwa tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya Pasar Turi dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Kampung Bandan-Cikarang terus bertambah. Insiden itu terjadi tepat di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin 27 April 2026 sekitar pukul 20.57 WIB.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan, jumlah korban tewas akibat kecelakaan tersebut bertambah menjadi 14 orang. "Korban meninggal telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut," kata Bobby dalam keterangannya pada Selasa, 28 April 2026.

Sementara itu, jumlah korban luka-luka baik ringan maupun berat juga bertambah menjadi 84 orang. Seluruh korban telah dievakuasi ke berbagai fasilitas kesehatan terdekat untuk diberikan penanganan medis lebih lanjut. 

Keseluruhan korban meninggal dan luka-luka diketahui merupakan penumpang dari kereta KRL. Sementara itu, penumpang KA Argo Bromo Anggrek yang berjumlah 240 orang seluruhnya berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Adi Warsono dan Vedro Imanuel Girsang berkontribusi dalam penulisan artikel ini

Pilihan editor: Tepatkah Pembelajaran Jarak Jauh untuk Anak Putus Sekolah

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |