Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump kesal dengan harga tiket Piala Dunia 2026 yang dianggapnya terlalu mahal.
Saat wawancara dengan New York Post, Trump mengatakan harga tiket berbagai kategori yang dijual untuk Piala Dunia terlalu mahal bagi warga AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiket termurah di babak grup dibanderol dengan harga US$1.079 atau setara Rp18 juta. Sementara untuk tiket final dipatok dengan harga US13 ribu (Rp225 juta).
Trump sendiri mengaku tidak mengetahui secara detail harga tiket Piala Dunia. Namun, ia juga mendengar sejumlah komplain dari warga AS soal harga tiket yang kemahalan.
"Saya tidak tahu angka pastinya. Saya sangat ini datang untuk menonton, tapi terus terang, saya tidak mau bayar juga," kata Trump kepada NY Post.
Presiden FIFA Gianni Infantino sempat berseloroh mengenai tiket final pada 19 Juli di Staddion MetLife New Jersey yang sudah terjual secara online hingga 2 juta lembar. Ia berjanji akan mengantarkan langsung secara pribadi 'hot dog dan Coca-Cola' kepada orang-orang tajir yang rela membayar mahal tiket-tiket itu.
Meski demikian, Trump sepertinya akan mengecek kembali harga tiket Piala Dunia yang sangat tinggi tersebut. Ia khawatir hal itu dapat menghalangi penggemar dari kalangan pekerja yang merupakan basis pendukungnya.
"Saya belum melihatnya, tetapi saya harus memeriksanya," kata Trump yang membantu mengamankan ajang Piala Dunia 2026 itu selama masa jabatan pertamanya di Gedung Putih.
"Jika orang-orang dari Queens dan Brooklyn dan semua orang yang mencintai Donald Trump tidak dapat pergi, saya akan kecewa. Tetapi Anda tahu, pada saat yang sama, ini adalah kesuksesan yang luar biasa. Saya ingin orang-orang yang memilih saya dapat pergi menonton," tambahnya.
Presiden bersikeras bahwa kompetisi tersebut merupakan sukses komersial, memuji jumlah tiket yang terjual yang "memecahkan rekor" yang menurut FIFA mencapai 5 juta tiket.
"Saya tahu itu sangat sukses. Memecahkan setiap rekor yang ada. Mereka belum pernah mengadakan acara seperti ini sebelumnya," kata Trump.
Namun, para pendukung di negara ini dan di luar negeri mengeluh bahwa banyak tiket telah dibeli oleh calo yang mencoba mendapatkan keuntungan dengan menjualnya kembali di platform penjualan kembali.
Di Eropa, sebuah kelompok penggemar bahkan mengajukan pengaduan antimonopoli kepada regulator, menyebut penetapan harga oleh FIFA, sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Swiss, "berlebihan."
(bac/bac)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
3































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)











