Trump Klaim Deal Sebentar Lagi, Iran Disebut Mau Serahkah Uraniumnya

15 hours ago 5

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran dilaporkan bersedia menyerahkan atau menghentikan pengayaan uraniumnya yang diperkaya tingkat tinggi (enriched uranium) menyusul rumor Teheran dan Amerika Serikat sebentar lagi akan melanjutkan perundingan dan sepakat mengakhiri perang.

Menurut dua pejabat AS, isu pengayaan uranium menjadi salah satu elemen kunci dalam usulan kesepakatan antara Iran dan Amerika. Dalam proposal perundingan yang terus diperbarui, Teheran sepakat berkomitmen untuk melepaskan cadangan uranium yang telah diperkaya tingkat tingginya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dikutip New York Times, para pejabat AS mengatakan proposal tersebut belum menyelesaikan persoalan teknis mengenai bagaimana Iran akan menyerahkan cadangan uraniumnya. Detail itu akan dibahas dalam putaran perundingan berikutnya terkait program nuklir Iran.

AS sebelumnya menginginkan moratorium pengayaan uranium selama 20 tahun, sementara Iran hanya menawarkan jeda yang jauh lebih singkat.

Meski demikian, pernyataan umum bahwa Iran bersedia menyerahkan stok uranium yang diperkaya tinggi itu dianggap sangat penting bagi kesepakatan, terutama jika perjanjian keseluruhan nantinya mendapat skeptisisme dari Partai Republik di Kongres AS.

Menurut laporan itu, Iran awalnya menolak memasukkan isu cadangan uranium yang diperkaya tinggi dalam tahap awal perundingan dan meminta agar pembahasannya ditunda ke tahap kedua.

Namun, negosiator AS disebut telah menegaskan kepada Iran melalui pihak perantara bahwa Washington akan menghentikan perundingan dan melanjutkan serangannya ke Teheran jika perundingan berjalan tanpa ada kesepakatan awal terkait stok uranium itu.

Menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Iran saat ini memiliki sekitar 970 pon uranium yang diperkaya hingga tingkat 60 persen.

Hingga kini, Iran belum memberikan pernyataan publik terkait kesepakatan yang diumumkan Trump tersebut.

Namun, baru-baru ini Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei sudah menegaskan uranium Iran tidak akan diserahkan ke negara lain.

Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar.

Sebelumnya, Presiden Donald Trump pada Sabtu (23/5) mengatakan AS hampir mencapai kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri perang dan membuka kembali Selat Hormuz.

Namun, ia tidak memberikan rincian lebih lanjut dan belum jelas hambatan apa saja yang masih tersisa sebelum kesepakatan final tercapai.

Perundingan nuklir lanjutan yang diperkirakan dimulai dalam beberapa pekan atau bulan mendatang akan membahas mekanisme pembuangan cadangan uranium tersebut serta masa depan program pengayaan uranium Iran.

(rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |