PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang melawan Iran mendekati akhir dalam pidato kepada publik, Rabu malam, 1 April 2026. Pernyataan ini muncul di tengah lonjakan harga minyak dan memburuknya angka jajak pendapat terhadap dirinya.
Menurut laporan Politico, Trump telah memberi sinyal pesan tersebut dalam 24 jam terakhir melalui wawancara, unggahan media sosial, dan pernyataan publik. Klaim kemenangan itu dilakukannya karena sebagian besar tujuan militer telah tercapai.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Klaim Keberhasilan Militer dan Pelemahan Iran
Dilansir TRT World, Trump menyatakan Amerika Serikat berada dalam posisi unggul. Ia juga menegaskan keberhasilan operasi militer negeri Paman Sam itu. ““Pasukan bersenjata kami telah meraih kemenangan yang cepat dan menentukan di medan perang selama empat minggu terakhir,” katanya,” kata Trump.
Dalam pidato tersebut, ia menyebut Iran sebagai sponsor utama terorisme negara di dunia serta mengkritik kepemimpinannya sebagai 'rezim fanatik' yang selama puluhan tahun menyerukan kematian bagi Amerika Serikat dan Israel. Trump mengklaim kemampuan militer Iran telah melemah secara signifikan. Ia menyatakan angkatan laut Iran telah lenyap dan angkatan udaranya berada dalam kondisi kehancuran total.
Ancam Serangan Lanjutan
Trump menegaskan operasi militer hampir mencapai tujuan utamanya. “Kita berada di ambang mengakhiri ancaman jahat Iran terhadap Amerika dan dunia,” ujarnya.
Klaim kemenangan itu pun akan tetap dilanjutkan dengan serangan ke Iran dalam waktu dekat. “Kami akan melanjutkan sampai tujuan kami sepenuhnya tercapai, kami berada di jalur untuk menyelesaikan semua tujuan Amerika dalam waktu dekat, sangat dekat,” katanya.
Trump memperingatkan serangan lanjutan dalam waktu dekat. “Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras dalam dua hingga tiga minggu ke depan, kami akan membawa mereka kembali ke zaman batu, tempat mereka seharusnya berada,” katanya.
Ia juga mengancam akan menyerang infrastruktur vital Iran jika tidak ada kesepakatan. “Jika tidak ada kesepakatan, kami akan menghantam semua pembangkit listrik mereka dengan sangat keras, dan kemungkinan secara bersamaan,” ujarnya.
Desak Sekutu ke Selat Hormuz
Dalam pidatonya, Trump mendesak negara lain untuk ikut mengamankan Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik. “Pergilah ke selat itu dan kuasai, lindungi,” katanya. Ia juga menyindir negara-negara pengimpor minyak Teluk agar bertindak lebih tegas. “Bangunlah keberanian yang tertunda,” katanya.
Trump juga berencana menyalahkan sekutu NATO atas gangguan pelayaran di Selat Hormuz yang tidak juga selesai. Mantan kepala strategi Gedung Putih Steve Bannon mengatakan Trump akan mendeklarasikan kemenangan dan menegaskan bahwa persoalan Hormuz merupakan tanggung jawab negara Teluk dan Eropa.







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5491263/original/038261600_1770089716-wehrmann_j.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390165/original/033586000_1761235850-Persib_Bandung_1.jpeg)






