Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengungkapkan pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, pada Sabtu (23/5) petang, mempunyai riwayat kekerasan. Pelaku dikonfirmasi meninggal akibat terkena tembakan balasan aparat keamanan.
Trump menyampaikan hal itu melalui media sosial Truth Social, Minggu (24/5) waktu Indonesia. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Secret Service dan aparat penegak hukum yang sudah bekerja dengan baik menangani situasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih kepada Secret Service dan Penegak Hukum kita yang hebat atas tindakan cepat dan profesional yang diambil malam ini terhadap seorang pria bersenjata di dekat Gedung Putih, yang memiliki riwayat kekerasan dan kemungkinan obsesi terhadap bangunan paling berharga di negara kita," ucap Trump.
Trump menuturkan pelaku yang merupakan seorang pria itu tewas setelah baku tembak dengan agen Secret Service di dekat Gedung Putih. Kata Trump, insiden tersebut terjadi satu bulan setelah penembakan di acara gala media Gedung Putih.
"Dan menunjukkan betapa pentingnya bagi semua Presiden di masa depan untuk mendapatkan ruang yang paling aman dan terjamin yang pernah dibangun di Washington D.C. Keamanan Nasional negara kita menuntutnya!" tegasnya.
Sementara itu, Nasire Best diidentifikasi sebagai pelaku penembakan di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5) sekitar pukul 6 sore waktu setempat. Hal itu diungkapkan oleh tiga sumber kepada CNN.
Pernyataan Presiden Donald Trump soal penembakan dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5) sore waktu Washington DC. Foto: (Screenshot dari Truth Social @realDonaldTrump )
Seorang sumber penegak hukum mengatakan Best sebelumnya pernah beberapa kali berurusan dengan Secret Service, termasuk insiden pada Juni 2025 ketika ia menghalangi jalur masuk di Gedung Putih.
Setelah mengklaim dirinya sebagai "Tuhan," Best ditahan Secret Service dan dibawa ke Psychiatric Institute of Washington untuk evaluasi kesehatan mental.
Pada bulan berikutnya, Juli 2025, Secret Service kembali menangkap Best setelah ia mencoba memasuki jalur kendaraan di kompleks Gedung Putih. Seorang hakim kemudian mengeluarkan perintah yang mewajibkannya menjauhi area Gedung Putih.
Sumber tersebut mengatakan saat menyelidiki kejadian pada tahun lalu penyidik menemukan bahwa Best membuat berbagai pernyataan di media sosial termasuk mengaku sebagai "Osama bin Laden yang asli."
Penyidik juga menemukan setidaknya satu unggahan yang menunjukkan keinginannya menyakiti Presiden Donald Trump.
Sebelum kejadian pada Sabtu (23/5), Donald Trump setidaknya sudah menjadi target tiga dugaan upaya pembunuhan. Pada 25 April 2026, ia menjadi target upaya pembunuhan dalam sebuah acara gala media yang dihelat oleh pihak Gedung Putih di sebuah hotel.
Kala itu, seorang pria bersenjata menyerbu pos pemeriksaan keamanan acara. Namun Pria itu tidak mampu mendekati Trump atau tamu lain yang menghadiri acara tersebut.
Kemudian pada Juli 2024, Trump menjadi sasaran selama rapat umum kampanye di Butler, Pennsylvania. Seorang pria bersenjata membunuh seorang penonton dan melukai telinga calon presiden saat itu.
Beberapa bulan kemudian, seorang pria bersenjata lainnya ditangkap di lapangan golf West Palm Beach tempat Trump bermain golf.
(ryh/end)
Add
as a preferred source on Google

17 hours ago
5































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)






:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5539716/original/098116100_1774614737-Kep._Solomon_vs_Bulgaria-21.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5540311/original/082032500_1774698654-timnas.jpg)






:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5361597/original/099996000_1758788431-bojan.jpg)

