11 gunung api di Indonesia yang erupsi sepanjang 2026

1 day ago 11

Jakarta (ANTARA) - Aktivitas vulkanik di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah sejumlah gunung api mengalami erupsi sepanjang 2026. Berdasarkan data Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), terdapat 11 gunung api yang tercatat mengalami erupsi hingga periode awal September 2026.

Indonesia memiliki banyak gunung api aktif karena berada di kawasan Cincin Api Pasifik. Aktivitas setiap gunung berbeda-beda, mulai dari letusan berulang hingga guguran material vulkanik dan awan panas. Karena itu, status gunung api terus dipantau melalui sistem pemantauan Badan Geologi dan MAGMA Indonesia.

Berikut daftar 11 gunung api yang tercatat mengalami erupsi sepanjang 2026

1. Gunung Semeru

Gunung Semeru di Jawa Timur menjadi salah satu gunung api dengan aktivitas paling tinggi sepanjang 2026. Data pemantauan hingga 7 September mencatat sebanyak 1.811 erupsi. Selain letusan, aktivitas Semeru juga disertai kejadian awan panas.

Semeru saat ini berstatus Level III atau Siaga. Aktivitasnya berupa erupsi efusif yang menghasilkan guguran lava dan awan panas pada sektor tertentu.

Baca juga: BMKG: 8 bandara telah aman dari paparan abu vulkanik Anak Krakatau

2. Gunung Ibu

Gunung Ibu yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara, juga menjadi salah satu gunung api paling aktif pada 2026.

Hingga 7 September, MAGMA Indonesia mencatat sekitar 1.501 letusan Gunung Ibu. Jumlah tersebut menempatkannya sebagai gunung api dengan frekuensi erupsi tertinggi kedua setelah Semeru.

3. Gunung Lewotobi Laki-laki

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, juga tercatat mengalami ratusan erupsi selama 2026.

Data pemantauan hingga 7 September menunjukkan terdapat sekitar 859 letusan. Gunung ini termasuk dalam daftar gunung api yang berada pada Level III atau Siaga.

4. Gunung Dukono

Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, tercatat mengalami sekitar 230 letusan hingga 7 September 2026. Aktivitas erupsi Dukono juga telah berlangsung secara signifikan sejak Maret 2026.

Pada Mei 2026, Badan Geologi menyebut aktivitas erupsi magmatik eksplosif Dukono meningkat signifikan sejak 30 Maret, dengan ratusan kejadian erupsi tercatat dalam periode tersebut.

Baca juga: SAR Banten siapkan dua drone termal cari jurnalis di Selat Sunda

5. Gunung Anak Krakatau

Gunung Anak Krakatau di Lampung menjadi perhatian besar pada awal September 2026 setelah mengalami rangkaian erupsi yang turut menyebabkan sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah.

Hingga 7 September, tercatat sekitar 124 erupsi. Data berikutnya menunjukkan aktivitas masih berlangsung pada 8 September. Gunung Anak Krakatau berstatus Level III atau Siaga dengan rekomendasi masyarakat tidak mendekati kawah aktif dalam radius tertentu.

Badan Geologi juga mencatat episode erupsi menerus Anak Krakatau berlangsung sekitar 25 jam sebelum aktivitas kembali menunjukkan pola letusan ringan secara berkala.

6. Gunung Ili Lewotolok

Gunung Ili Lewotolok yang berada di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, tercatat mengalami 97 erupsi hingga 7 September 2026.

Gunung ini berada pada Level II atau Waspada. Aktivitas erupsi tetap dipantau karena kondisi gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.

7. Gunung Marapi

Gunung Marapi di Sumatera Barat juga masuk dalam daftar gunung api yang mengalami erupsi sepanjang 2026.

Hingga 7 September, tercatat 52 letusan. Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada berdasarkan pemantauan aktivitas gunung api.

Baca juga: Wisatawan diimbau utamakan keselamatan saat erupsi Anak Krakatau

8. Gunung Dempo

Gunung Dempo di Sumatera Selatan tercatat mengalami tiga erupsi sepanjang periode pemantauan hingga 7 September 2026.

Meski jumlah letusannya jauh lebih sedikit dibandingkan Semeru atau Ibu, Gunung Dempo tetap masuk dalam pemantauan gunung api aktif Indonesia dan berstatus Level II atau Waspada.

9. Gunung Karangetang

Gunung Karangetang di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, juga tercatat mengalami tiga erupsi sepanjang 2026 hingga periode 7 September.

Gunung tersebut termasuk dalam daftar gunung api Level II atau Waspada yang dipantau Badan Geologi.

10. Gunung Sinabung

Gunung Sinabung di Sumatera Utara tercatat mengalami dua erupsi pada 2026 hingga 7 September. Meski jumlah kejadian tersebut relatif sedikit, gunung ini berada pada Level III atau Siaga.

Status Siaga menunjukkan aktivitas vulkanik memerlukan perhatian dan kesiapsiagaan lebih tinggi dibandingkan gunung api yang berada pada level normal.

Baca juga: Abu vulkanik bisa bertahan berapa lama setelah erupsi gunung?

11. Gunung Merapi

Gunung Merapi yang berada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah juga masuk dalam daftar gunung api yang mengalami aktivitas erupsi sepanjang 2026.

Berbeda dengan beberapa gunung lainnya, aktivitas Merapi banyak ditandai oleh erupsi efusif, pertumbuhan kubah lava, guguran lava, dan awan panas guguran. Laporan Badan Geologi pada Maret 2026 menyebut aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berada pada Level III atau Siaga.

Total ribuan erupsi sepanjang 2026

Jika seluruh kejadian letusan dari 10 gunung yang memiliki data jumlah erupsi eksplisit hingga 7 September dijumlahkan, terdapat sedikitnya 4.682 kejadian erupsi. Gunung Semeru dan Gunung Ibu menyumbang sekitar 70,73 persen dari total tersebut.

Data tersebut menunjukkan bahwa tingginya frekuensi erupsi tidak berarti seluruh gunung memiliki karakter aktivitas yang sama. Ada gunung yang mengalami letusan eksplosif berulang, sementara lainnya lebih banyak menunjukkan erupsi efusif, guguran lava, atau awan panas.

Pada 9 September 2026, data Kementerian ESDM menunjukkan terdapat 5 gunung api berstatus Level III atau Siaga dan 22 gunung berstatus Level II atau Waspada. Lima gunung berstatus Siaga tersebut adalah Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Merapi, Semeru, dan Sinabung.

Masyarakat di sekitar gunung api maupun wisatawan diimbau selalu mengikuti rekomendasi resmi Badan Geologi dan PVMBG. Status aktivitas serta radius kawasan yang harus dihindari dapat berubah sesuai hasil pemantauan terbaru.

Baca juga: Pemprov Lampung: OMC dilakukan urai abu vulkanik dan turunkan hujan

Baca juga: BPBD Lampung: Sebaran abu vulkanik GAK ke arah barat laut

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |