Termasuk Cagar Budaya, Masyarakat Minta Pembongkaran Bangunan di Teuku Umar Dihentikan

5 hours ago 3
Termasuk Cagar Budaya, Masyarakat Minta Pembongkaran Bangunan di Teuku Umar Dihentikan Ilustrasi(Dok istimewa )

ALIANSI Masyarakat Pemerhati Cagar Budaya Jakarta (AMPCBJ) meminta agar pembongkaran bangunan di Jalan Teuku Umar Nomor 2, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, segera dihentikan. Desakan tersebut disampaikan AMPCBJ melalui aksi unjuk rasa di lokasi pembongkaran pada Kamis (10/9).

Massa menilai aktivitas tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Koordinator massa, Adjis Tokan, mengungkapkan bahwa Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sebenarnya telah melayangkan dua surat peringatan untuk menghentikan pekerjaan tersebut, yakni Surat Nomor 935/KB.01.01 tertanggal 10 Maret 2026 dan Surat Nomor e-0059/KB.01.01 tertanggal 14 April 2026.

"Dalam surat tersebut, Dinas Kebudayaan DKI Jakarta menegaskan bahwa bangunan ini terdaftar sebagai objek diduga cagar budaya dengan nomor registrasi 496/ODCB dan berada di dalam Zona Pelestarian Cagar Budaya Menteng," ujar Adjis melalui keterangannya, Jumat (11/8).

Adjis menambahkan, pihak Pemprov DKI telah meminta agar proses pembongkaran dihentikan dan pihak pengelola melakukan pengembalian fisik bangunan ke bentuk aslinya sesuai regulasi pelestarian.

Pada saat yang sama, Kuasa Hukum PT Temasra Jaya, Petrus Selestinus, melayangkan surat ke lokasi untuk mendesak penghentian proyek. Ia mengeklaim bahwa tanah dan bangunan seluas 2.975 meter persegi tersebut sah secara hukum milik kliennya berdasarkan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) Nomor 1585/Kelurahan Gondangdia yang diterbitkan BPN pada 2022.

"Apa yang dilakukan terhadap bangunan cagar budaya tersebut adalah aktivitas ilegal, sehingga kami minta untuk segera dihentikan. Aktivitas ini mengabaikan hak klien kami serta kewenangan Pemprov DKI Jakarta," tegas Petrus. (E-4)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |