Gunung Lewotolok Erupsi 4 Kali, Dentuman Kuat Bikin Bangunan Bergetar

3 hours ago 5
Gunung Lewotolok Erupsi 4 Kali, Dentuman Kuat Bikin Bangunan Bergetar Erupsi Gunung Ili Lewotolok di Lembata, NTT, Jumat (11/9).(Magma Indonesia. )

AKTIVITAS Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat. Gunung api tersebut mengalami empat kali erupsi dalam rentang sekitar delapan jam, Jumat (11/9).

Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.57 Wita. Saat itu, tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 10 detik.

Aktivitas kembali terjadi pada pukul 02.08 Wita. Kolom abu teramati setinggi sekitar 500 meter di atas puncak gunung. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 3 detik.

Sesuai lapoan Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Syawaludin, dentuman kuat menyertai aktivitas erupsi tersebut. Pada beberapa kejadian, dentuman bahkan menimbulkan getaran yang terasa pada bangunan di sekitar gunung.

Erupsi berikutnya terjadi 13 menit kemudian, yakni pada pukul 02.21 Wita. Kolom abu saat itu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 mdpl.

Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung sekitar 1 menit 34 detik. Aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 09.06 Wita. Kolom abu teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau sekitar 2.123 mdpl.

Menurut Syawaludin, mengatakan kolom abu pada erupsi terakhir berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat. Erupsi terakhir terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi sekitar 1 menit 25 detik. Erupsi tersebut disertai gemuruh sedang.

Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Ili Lewotolok, Yeremias Kristianto Pugel, menyebut aktivitas kegempaan gunung api tersebut juga cukup tinggi.

Pada Kamis (10/9), tercatat 322 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 22-40 milimeter dan durasi 35-101 detik.

Selain itu, tercatat 84 kali gempa hembusan dengan amplitudo 4,4-33,2 milimeter dan durasi 20–65 detik, lima kali gempa harmonik dengan amplitudo 4,4-40 milimeter dan durasi 116-200 detik, serta 12 kali tremor nonharmonik dengan amplitudo 11-33,2 milimeter dan durasi 98–191 detik.

Pos Pengamatan juga mencatat enam kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 11-40 milimeter dan durasi 7-24 detik, serta dua kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 6,6-11 milimeter, S-P 2-2,7 detik dan durasi 13-20 detik.

Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung, pendaki dan wisatawan diminta tidak memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas gunung.

Selain itu, khusus pada sektor selatan dan tenggara, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan dan tenggara, sektor barat, serta sektor timur laut gunung. (Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |