16 Pelaku Chat Mesum FHUI Minta Maaf di Hadapan Para Korban

10 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Para mahasiswa pelaku dugaan pelecehan seks di grup chat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) meminta maaf secara langsung di hadapan para korban.

Permintaan maaf disampaikan para pelaku di sebuah forum yang digelar di Auditorium DH UI, Senin (13/4) malam. Ketua BEM FH UI Anandaku Dimas Rumi Chattaristo mengatakan para pelaku sengaja dikumpulkan di sebuah forum untuk mewadahi korban yang ingin mendapatkan permohonan maaf langsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi malam memang sudah dilaksanakan forum di Auditorium DH UI yang bertujuan untuk mewadahi para korban yang ingin mendapatkan permohonan maaf secara langsung dari para pelaku," kata Dimas kepada wartawan, Selasa (14/4).

Dimas mengatakan forum dihadiri 16 pelaku dan para korban. Pihak korban mengaku kecewa dan kesal para pelaku melakukan dugaan pelecehan dalam grup itu.

"Teruntuk respons para korban, rasanya saya tidak dapat mewakili keseluruhan perasaan korban dan saya menghargai apa yang mereka rasakan, tapi pastinya rasa kecewa dan kesal pasti meliputi mereka yang menjadi korban," ujarnya.

Dimas menegaskan permintaan maaf saja tidak cukup. "Perlu ada sanksi yang tegas dan berpihak kepada korban dalam kasus ini," ujarnya.

Kasus dugaan pelecehan ini berawal dari beredarnya sebuah tangkapan layar grup chat yang berisikan percakapan mesum diduga mahasiswa FHUI. Di grup tersebut, mereka menyinggung-nyinggung mahasiswi lain.

Dilihat dari akun Instagram Fakultas Hukum UI (@fakultashukumui), disebutkan bahwa pihak fakultas sudah menerima laporan mengenai grup chat tersebut. Fakultas mengecam keras tindakan tersebut.

"Fakultas mengecam keras segala bentuk perilaku yang merendahkan martabat manusia serta bertentangan dengan nilai hukum dan etika akademik," pernyataan Fakultas Hukum UI.

Rektor UI Heri Hermansyah telah menegaskan komitmennya untuk melawan setiap kasus pelecehan hingga kekerasan seksual di kampusnya.

"Sama-sama kita monitor ya. Kita lawan kekerasan seksual," ujar Heri mengutip detikcom, Senin (13/4).

Heri mengaku telah mengetahui informasi tersebut dan masih menunggu laporan dari pihak fakultas.

"Saya baru mendengarnya tadi malam. Dan saya sudah tanya ke dekannya, lagi menunggu respons," imbuh dia.

Baca selengkapnya di sini...

(tim/wis)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |