4 Fakta Menarik Film Jangan Buang Ibu, Prepare Tisu Sebelum Nonton

5 hours ago 1

CANTIKA.COM, Jakarta - Sukses "mengaduk" emosi penonton lewat Bila Esok Ibu Tiada, rumah produksi Leo Pictures kembali menggebrak layar lebar. Kali ini, mereka menghadirkan film drama keluarga yang enggak kalah menyayat hati lewat Jangan Buang Ibu.

Film yang diadaptasi dari novel karya Wahyu Derapriyangga ini mengangkat dilema moral yang relatable. Ceritanya berfokus pada hubungan ibu dan anak ketika dihadapkan pada masa tua, kesibukan duniawi, hingga penyesalan yang datang terlambat.

Berikut fakta-fakta menarik Jangan Buang Ibu yang perlu kita ketahui!

1. Berawal dari Toko Buku, Digarap Sutradara Spesialis Drama

Produser Agung Saputra menceritakan bahwa ide adaptasi ini muncul secara tidak sengaja saat ia sedang mencari buku.

"Saya ketemu novelnya (Jangan Buang Ibu, Nak) di toko buku. Lalu kami menghubungi Mas Wahyu dan gayung bersambut," ungkap Agung dalam konferensi pers di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis, 11 Juni 2026.

Cerita menyentuh ini kemudian dikembangkan menjadi skenario oleh Widya Arifianti, dan dipercayakan kepada sutradara kondang, Hadrah Daeng Ratu, untuk dieksekusi ke dalam bentuk visual.

Hadrah menegaskan, film ini digarap dengan segenap hati agar pesannya benar-benar sampai ke penonton. "Naskah yang indah tanpa dihidupkan oleh perasaan, nyawa, kehidupan di dalamnya juga tidak akan bisa sampai ke penonton," jelas Hadrah.

Sementara itu, penulis skenario Widya Arifianti mengaku proses adaptasi ini terasa personal. Seluruh tim ikut menuangkan pengalaman batin mereka di ruang diskusi demi menghidupkan emosi di setiap adegannya.

2. Sinopsis Film Jangan Buang Ibu: Dilema Anak dan Orang Tua

Film Jangan Buang Ibu berkisah tentang Ristiana, ibu tunggal yang sukses membesarkan ketiga anaknya, yaitu Tama, Dewi, dan Tria. Namun saat memasuki usia senja, realita pahit harus dihadapi Ristiana.

Anak-anak yang dulu ia rawat dengan penuh kasih sayang, kini sudah sibuk dengan kehidupan dan urusan masing-masing. Karena keterbatasan waktu dan ketidakmampuan merawat di rumah, ketiga anaknya sepakat untuk memindahkan Ristiana ke panti jompo.

Konflik inilah yang menjadi core utama film ini, memotret bagaimana dilema anak-anak zaman sekarang ketika dihadapkan pada orang tua yang mulai menua.

3. Para Pemeran dan Jadwal Tayang

Film ini mempertemukan deretan aktor dan aktris lintas generasi yang aktingnya sudah tidak diragukan lagi. Sebut saja Nirina Zubir, Refal Hady, Amanda Manopo, Saputra Kori, Basmalah Gralind, Erika Carlina, Saskia Chadwick, hingga aktris senior Mpok Atiek.

Adapun posisi Produser Eksekutif juga diisi oleh nama-nama besar seperti Luna Maya dan Yasmin Napper, bersama Nur Iman Syafe’i dan Evi Surahmawati.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai Kamis, 25 Juni 2026.

4. Roadshow Daerah Sukses Besar, Tiket Sold Out!

Sebelum resmi rilis, tim produksi telah menggelar rangkaian roadshow di tujuh kota, mulai dari Jambi, Padang, Semarang, Solo, Yogyakarta, Lampung, hingga Palembang. Jakarta menjadi kota ketujuh dan promosi ini masih akan berlanjut ke 11 kota lainnya.

Antusiasme pencinta film di daerah ternyata melampaui ekspektasi. Agung Saputra menyebutkan tiket penayangan spesial di daerah selalu ludes terjual.

"Antusiasnya luar biasa. Semua tiket sold out. Bukan satu, dua, tiga show time, tapi paling sedikit 21 show time sampai 35 show time," tambah Agung antusias.

Jangan lupa siapkan tisu sebelum nonton film Jangan Buang Ibu, ya!

Pilihan Editor: Review Film Mungkin Kita Perlu Waktu, Perjalanan Keluarga Menghadapi Kehilangan

MUHAMAD IQBAL

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |