6 Saksi Kasus Air Keras Andrie Yunus Sudah Diperiksa Polisi

2 hours ago 2

KOORDINATOR Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS Dimas Bagus Arya mengatakan sudah enam orang saksi yang memberikan keterangannya ke polisi mengenai penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Mereka adalah Direktur Westminster Foundation for Democracy, Ravio Patra; Staf Divisi Riset dan Dokumentasi KontraS, Muhammad Islah Satrio; Kepala Divisi Advokasi LBH Pers, Gema Gita Persada; Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia atau YLBHI, Muhammad Isnur; dan Dimas sendiri.  

Adapun saksi keenam adalah Direktur LBH Jakarta Fadhil Alfathan. Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya atau Polda Metro Jaya memeriksa Fadhil pada hari ini Kamis, 18 Juni 2026. "Dia saksi keenam," kata Dimas ketika memberikan keterangannya kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Ia mengaku tidak tahu mengenai keterangan yang bakal diminta oleh penyidik. "Belum jelas terkait apa substansi klasifikasinya. Saya hanya tahu salah satu tempat kejadian perkara yang Andrie datangi sebelum menjadi korban adalah kantor kami yaitu LBH Jakarta," kata Fadhil.

Ditambah lagi, Fadhil bersama dengan Tim Advokasi Untuk Demokrasi atau TAUD memang membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus penyiraman Andrie Yunus pada 14 Maret 2026. Meski memiliki sumber daya terbatas, tim tersebut memiliki kewenangan melakukan investigasi terhadap kasus Undang-Undang Advokat, UU Bantuan Hukum, dan UU HAM. hasil investigasi ini juga sudah diberikan ke polisi.

Berdasarkan hasil temuan tim investigasi, ada 16 pelaku yang diduga terlibat. "Ini berbeda jauh dari apa yang menjadi temuan Tentara Nasional Indonesia atau TNI, Puspen TNI maupun temuan di Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya," ucapnya. 

Fadhil mendorong agar polisi memeriksa beberapa orang di kasus ini. Antara lain Komandan Detasemen Markas Badan Intelijen Strategis atau Bais TNI Kolonel Infanteri Heri Heryadi, Kepala Bais TNI yang mundur setelah penyiraman air keras Letnan Jenderal Yudi Abrimantyo, Kepala Bais TNI saat ini Letnan Jenderal Robi Herbawan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsuddin.

"Berdasarkan temuan kami, penyiraman air keras tersebut adalah bagian dari operasi intelijen," katanya. 

Sebagai saksi, katanya, ia dan saksi sebelumnya bakal mendukung seluruh keterangan yang diperlukan penyidik Polda Metro Jaya. "Pasalnya kami sudah kooperatif terhadap polisi sebagai saksi kasus ini," ujarnya.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |