Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Irlandia Catherine Connolly mengaku sangat bangga saat adiknya, Margaret Connolly, ditangkap pasukan Israel saat bergabung dalam misi kemanusiaan untuk Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla, Senin (18/5).
Margaret Connolly merupakan satu dari enam warga negara Irlandia yang ditahan Israel saat ikut konvoi kapal Global Sumud Flotilla. Kapal-kapal mereka dicegat di laut internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Catherine Connolly usai melawat Raja Charles III di Buckingham Palace, London, buka suara atas status adiknya yang juga ditangkap Israel.
"Sangat bangga dengan adik saya (Margaret Connolly) tapi juga khawatir dengannya," ujar Catherine Connolly dikutip dari Politico.
"Saya sangat sibuk hari ini... Saya belum sempat mendapatkan detail terkait saudara perempuan saya dan, yang sama pentingnya, rekan-rekannya di kapal," kata presiden, menolak berkomentar lebih lanjut mengenai masalah tersebut.
Menurut Global Sumud Flotilla, 10 dari 60 kapal konvoi dicegat di perairan internasional dan dinaiki pasukan Israel pada Senin (18/5) pagi.
Pihak penyelenggara menyatakan pencegatan itu terjadi sekitar 70 mil laut dari Pulau Siprus.
Enam dari total 15 warga Irlandia diculik selama peristiwa tersebut, demikian dikutip Middle East Monitor (MEMO).

"Jika Anda menonton video ini, itu berarti saya telah diculik dari perahu saya di armada oleh pasukan Israel dan sekarang saya ditahan secara ilegal di penjara Israel," kata Connolly dalam video yang direkam sebelumnya.
Pada Senin, tentara Israel menyerang dan mencegat armada Global Sumud Flotilla yang menuju Jalur Gaza, Palestina.
Global Sumud Flotilla merupakan inisiatif kemanusiaan sipil damai yang bertujuan menembus blokade Israel terhadap Jalur Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan.
Sekitar 100 aktivis ditangkap, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI). Pemerintah Indonesia mengecam keras dan mendesak Israel segera membebaskan para WNI dan aktivis lainnya.
Armada Global Sumud Flotilla terdiri dari 50 lebih kapal yang berlayar pada Kamis (14/5) dari distrik Marmaris di Mediterania Turki.
Misi ini diikuti 426 peserta, di antaranya 96 aktivis Turki dan peserta dari 39 negara lain, termasuk Jerman, Amerika Serikat, Australia, Argentina, Bahrain, Brasil, Aljazair, Indonesia, Maroko, Prancis, Afrika Selatan, Inggris, Irlandia, Spanyol, Italia, Kanada, Mesir, Pakistan, Malaysia, Tunisia, Oman, dan Selandia Baru.
(blq/rds)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)












:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5469659/original/035473400_1768147710-AP26011538947384.jpg)