Petani memeriksa pipa air ubi di lahan sawah irigasi anak Sungai Cimulu yang mengering di Kampung Ciwasmandi, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.(ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
PEMERINTAH kabupaten/kota di Jawa Barat diminta untuk menyiapkan sumur air untuk mengantisipasi kekeringan di musim kemarau saat ini. Hal tersebut untuk mengantisipasi agar dampak kekeringan sekarang tidak separah pada 2023 lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Teten Ali Mulku Engkun menjelaskan, dampak kekeringan pada tahun ini diprediksi sama dengan pada 2023 lalu. "Apabila ini benar-benar terjadi, yaitu hidrometeorologi kering yang kemungkinan polanya tidak jauh berbeda dengan tahun 2023," katanya saat dihubungi, Senin (20/7).
Pada 2023, menurutnya kekeringan di Jawa Barat terjadi masif yakni di 661 kecamatan dan 701 desa di 27 kabupaten/kota. Saat itu, pihaknya mendistribusikan sekitar 33 juta liter air bersih untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkannya.
Menurutnya, rata-rata kebutuhan air bersih di setiap kabupaten/kota mencapai 670 ribu liter. Oleh karena itu, dia pun mengimbau pemerintah daerah untuk membangun sumur baru karena lebih efektif dan berkelanjutan dibanding hanya mengandalkan pengiriman air tangki.
"Beberapa sumur sudah selesai dibangun, sementara sisanya masih dalam tahap pengerjaan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan langkah ini berjalan cepat," katanya.
Selain menyediakan air, BPBD Jabar juga telah melakukan pemetaan wilayah terdampak. Hingga saat ini, tercatat sudah sekitar 1,2 juta liter air bersih yang didistribusikan ke wilayah yang membutuhkan.
Teten menyontohkan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor sebagai wilayah dengan distribusi air terbanyak. Menurutnya, di Kabupaten Bogor tercatat sekitar 10 ribu kepala keluarga atau 31 ribu jiwa terdampak, dengan volume bantuan mencapai 300.000 liter.
Untuk memaksimalkan penanganan di lapangan, BPBD Jabar turut mengoptimalisasi peran relawan di tingkat daerah, termasuk relawan kebencanaan dan relawan pemadam kebakaran.
"Kami sudah mengoordinasikan teman-teman relawan di kabupaten/kota. Ini penting, karena selain kekeringan, di beberapa daerah di Jawa Barat juga mulai terjadi kebakaran lahan," katanya. (BY)


















































