Kiat Mencegah Cedera Padel: Pentingnya Evaluasi Fisik dan Pemulihan Terukur

11 hours ago 3
 Pentingnya Evaluasi Fisik dan Pemulihan Terukur Ilustrasi(ANTARA/M Agung Rajasa)

OLAHRAGA padel kini semakin digemari. Namun, karakteristik permainannya yang dinamis menyimpan risiko cedera jika tidak dilakukan dengan persiapan yang matang. Dokter spesialis kedokteran olahraga menekankan pentingnya evaluasi kondisi fisik sebagai langkah utama untuk menjaga performa sekaligus meminimalkan risiko cedera.

Dalam keterangan pers, Senin (20/7/2026), dr. Nahum, Dipl. CIBTAC, Sp.KO dari Seraphim Medical Center menjelaskan bahwa padel menuntut tubuh untuk bergerak cepat, melakukan rotasi, berhenti mendadak, serta berpindah arah secara berulang kali. Kondisi ini memberikan beban besar pada fisik pemain.

"Karena itu, atlet membutuhkan evaluasi kondisi fisik, latihan yang tepat, strategi recovery, serta pemantauan yang sesuai agar dapat menjaga performa sekaligus mengurangi risiko cedera," ujar dr. Nahum.

Pentingnya Evaluasi dan Latihan Terukur

Menurut dr. Nahum, penilaian kondisi fisik sebaiknya dilakukan secara berkala, baik sebelum memulai program latihan maupun sebelum bertanding. Penilaian ini berfungsi untuk menentukan program latihan yang dipersonalisasi sesuai kemampuan dan kebutuhan masing-masing individu.

Ia juga mengingatkan para pemain agar tidak hanya mengejar intensitas latihan semata. Performa yang optimal seharusnya dibangun melalui program yang terukur dan sesuai dengan kapasitas fisik guna menekan risiko cedera.

Aspek Persiapan Tujuan Utama
Evaluasi Fisik Menentukan program latihan yang sesuai kemampuan individu.
Strategi Pemulihan Menyiapkan tubuh untuk sesi latihan atau pertandingan berikutnya.
Pemantauan Berkala Memastikan program latihan tetap aman dan efektif.
Rehabilitasi Bertahap Mengembalikan fungsi gerak dan kontrol tubuh pasca-cedera.

Penanganan Cedera dan Proses Kembali Berolahraga

Bagi pemain yang sudah terlanjur mengalami cedera, dr. Herryanto Agustriadi Simanjuntak, M.H.Kes., Sp.OT, Subsp. CO, dokter spesialis ortopedi dan traumatologi dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, menyatakan bahwa diagnosis yang akurat sangat krusial.

Penanganan cedera disesuaikan dengan tingkat keparahannya.

"Sebagian dapat ditangani secara konservatif melalui obat-obatan, fisioterapi, dan rehabilitasi. Namun, pada kondisi tertentu, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk memperbaiki struktur yang rusak," jelas dr. Herryanto.

Ia menambahkan bahwa penanganan yang tepat sejak awal hingga proses rehabilitasi sangat penting agar pemain bisa kembali berolahraga dengan aman dan terhindar dari risiko cedera berulang.

Senada dengan hal tersebut, dr. Nahum menekankan bahwa sebelum kembali ke lapangan, pemain harus memastikan kekuatan, fungsi gerak, dan kontrol tubuhnya telah pulih sepenuhnya secara bertahap. (Ant/Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |