AS Kucurkan Bantuan Rp56 Miliar untuk Bencana Nepal, WN Amerika Dilaporkan Hilang

5 hours ago 3
AS Kucurkan Bantuan Rp56 Miliar untuk Bencana Nepal, WN Amerika Dilaporkan Hilang Amerika Serikat menambah bantuan kemanusiaan hingga U$3,6 juta untuk korban banjir bandang di perbatasan Nepal-Tiongkok. Sebanyak 10 WN AS hilang tanpa kabar.(AFP)

PEMERINTAH Amerika Serikat meningkatkan komitmen bantuan kemanusiaannya untuk Nepal menjadi senilai US$3,6 juta (sekitar Rp56 miliar) pascabencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal dan Tiongkok. Jumlah tersebut melonjak signifikan dari komitmen awal senilai US$500.000 yang diumumkan dua hari sebelumnya.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa dana darurat ini difokuskan pada penyediaan bantuan keselamatan jiwa bagi warga terdampak bencana di wilayah pegunungan tersebut.

"Amerika Serikat berdiri bersama rakyat Nepal dengan menyediakan bantuan kemanusiaan penyelamat jiwa senilai lebih dari US$3,6 juta, termasuk bantuan pangan darurat hingga tiga bulan untuk hingga 10.000 rumah tangga terdampak banjir," tulis Departemen Luar Negeri AS melalui unggahan di platform X pada Sabtu.

Selain menyalurkan logistik, pihak berwenang AS juga terus memantau keselamatan warganya di lokasi bencana. Kedutaan Besar AS di Nepal dan Tiongkok dilaporkan bekerja sama secara intensif untuk mendampingi warga negara Amerika Serikat sekaligus mendukung upaya penanggulangan bencana di lapangan.

Keluarga Cemas, 10 Warga AS Hilang Tanpa Kabar

Di tengah penyaluran bantuan tersebut, kecemasan mendalam melanda keluarga para wisatawan asing. Salah satunya adalah Sneha Sudhir, seorang warga negara AS asal Virginia, yang kehilangan kontak dengan suaminya, Srinivas Sudhir Rangu, beserta sembilan rekan perjalanannya sejak banjir bandang menerjang pada Rabu lalu.

Rangu bersama sembilan temannya, yang seluruhnya merupakan warga negara AS, tengah melakukan perjalanan mendaki di kawasan Gunung Kailash ketika air bah menyapu pemukiman dan jalur transportasi setempat.

"Itu seharusnya menjadi perjalanan mendaki dua minggu yang sederhana ke Nepal di mana dia pergi, bersenang-senang dengan teman-temannya, dan kembali ke rumah," kata Sudhir kepada Danny Freeman dalam siaran CNN Newsroom.

Sudhir mengungkapkan bahwa komunikasi dan unggahan foto keceriaan dari rombongan tersebut terhenti secara mendadak saat banjir bandang melanda kawasan perbatasan tersebut.

"Sudah lebih dari 80 jam saya tidak mendengar kabar, keluarga belum mendengar kabar apa pun dari mereka," ujar Sudhir dengan nada cemas. "Ada keluarga di luar sana. Ada 10 pria yang terjebak di sana. Setiap orang adalah manusia yang hebat, ayah yang hebat, suami yang hebat. Saya tidak tahu di mana mereka berada."

Situasi makin mengkhawatirkan mengingat beberapa anggota rombongan pendaki tersebut merupakan lansia yang membutuhkan perawatan medis rutin serta obat-obatan harian secara konsisten.

"Delapan puluh jam itu terlalu lama bagi mereka untuk berada di suatu tempat tanpa ada yang merawat," tutur Sudhir.

Dalam menghadapi masa-masa sulit ini, Sudhir mengaku terus berkomunikasi dengan para anggota Kongres dari Virginia untuk mendorong percepatan proses pencarian dan evakuasi suaminya beserta rombongan yang masih belum ditemukan. (CNN/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |