Jakarta (ANTARA) - Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda pada awal September 2026 kembali menunjukkan betapa besar kekuatan aktivitas vulkanik dalam mengubah lingkungan di sekitar gunung. Badan Geologi mencatat rangkaian erupsi Strombolian hingga terjadi erupsi menerus pada 5 September 2026. Aktivitas tersebut menghasilkan abu vulkanik dan lontaran material, sementara pemantauan terhadap gunung masih terus dilakukan.
Perubahan akibat erupsi tidak selalu berhenti ketika letusan selesai. Material yang keluar dari dalam bumi dapat menumpuk, membentuk permukaan baru, menimbun lembah, mengubah aliran sungai, bahkan memperluas daratan.
Dalam skala waktu yang lebih panjang, aktivitas gunung api bahkan menjadi salah satu proses alami yang membentuk pegunungan, dataran tinggi, pulau, dan berbagai bentang alam lainnya. US Geological Survey (USGS) mencatat bahwa selama jutaan tahun, erupsi gunung api telah menghasilkan gunung, dataran tinggi, dan dataran yang kemudian mengalami pelapukan dan erosi.
Lantas, bagaimana erupsi gunung bisa mengubah bentang alam secara permanen?
Salah satu cara paling mudah melihat perubahan bentang alam akibat erupsi adalah melalui aliran lava.
Ketika magma keluar ke permukaan, material tersebut disebut lava. Lava yang mendingin akan mengeras menjadi batuan dan dapat menutupi permukaan yang sebelumnya berupa tanah, vegetasi, atau bahkan bangunan.
Jika aliran lava mencapai laut, material tersebut juga dapat menambah luas daratan. USGS mencatat aktivitas vulkanik di Pulau Hawaii, misalnya, telah menambahkan ratusan hektare daratan baru melalui aliran lava selama beberapa dekade.
Artinya, sebuah erupsi bukan hanya bisa menghancurkan permukaan lama, tetapi juga menciptakan permukaan baru.
Erupsi eksplosif dapat melemparkan abu, batu apung, lapili, dan berbagai material vulkanik lainnya ke sekitar gunung.
Material tersebut kemudian mengendap dan membentuk lapisan baru di permukaan tanah. Jika erupsi terjadi berkali-kali, lapisan tersebut dapat semakin tebal dan secara perlahan mengubah bentuk lereng maupun lembah.
Dalam jangka panjang, tumpukan material hasil erupsi dapat menjadi bagian dari tubuh gunung itu sendiri.
Karena itu, bentuk gunung yang Anda lihat sekarang sebenarnya merupakan hasil dari berbagai proses yang berlangsung sangat lama, termasuk penumpukan material dari erupsi sebelumnya.
Baca juga: Pulau Sertung yang kehilangan warna hijau
Erupsi bisa membentuk gunung atau pulau baru
Jika material vulkanik terus keluar dan menumpuk di satu lokasi, permukaan baru dapat tumbuh hingga membentuk struktur yang lebih besar.
Contohnya dapat dilihat dari sejarah Anak Krakatau. Setelah letusan besar Krakatau pada 1883, aktivitas vulkanik kembali terjadi di kawasan tersebut. Erupsi pada 1927 kemudian menjadi awal kemunculan pulau baru yang akhirnya dikenal sebagai Anak Krakatau.
Fenomena semacam ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik dapat benar-benar mengubah peta suatu wilayah.
Namun, daratan baru yang terbentuk tidak selalu langsung stabil. Gelombang laut, longsoran, erosi, dan aktivitas vulkanik berikutnya dapat kembali mengubah bentuknya.
Erupsi juga bisa menghancurkan bagian gunung
Perubahan bentang alam akibat gunung api tidak selalu berarti daratan bertambah.
Letusan besar juga dapat menghancurkan atau mengubah bagian gunung. Tekanan dan keluarnya material dalam jumlah besar dapat menyebabkan terbentuknya kawah atau kaldera yang ukurannya sangat luas.
Pada beberapa kasus, bagian tubuh gunung dapat mengalami runtuhan atau longsoran besar. Material yang sebelumnya menjadi bagian dari gunung kemudian berpindah ke wilayah lain.
Dengan kata lain, erupsi dapat bekerja seperti proses "membangun sekaligus membongkar" bentang alam.
Baca juga: 7 tanda gunung api akan meletus yang perlu diketahui
Aliran lahar dapat mengubah sungai dan lembah
Perubahan juga bisa terjadi setelah erupsi selesai.
Material vulkanik yang menumpuk di lereng dapat terbawa air hujan dan berubah menjadi aliran lahar. Material berupa abu, pasir, kerikil, hingga batu dapat bergerak mengikuti lembah dan alur sungai.
Endapan tersebut dapat menimbun dasar sungai, mengubah bentuk lembah, atau bahkan mengubah jalur aliran air.
Proses seperti ini bisa berlangsung berulang kali selama masih terdapat banyak material vulkanik lepas di sekitar gunung.
Menariknya, perubahan bentang alam tidak berhenti ketika material vulkanik sudah mengendap.
Angin, hujan, sungai, gelombang laut, dan aktivitas organisme secara perlahan akan mengikis serta mengubah permukaan yang baru terbentuk.
Lava yang awalnya berupa batuan keras dapat mengalami pelapukan. Abu dan material vulkanik lainnya juga dapat bercampur dengan bahan organik hingga akhirnya membentuk tanah.
Dalam proses yang berlangsung sangat lama, permukaan hasil erupsi dapat berubah menjadi ekosistem baru.
Jadi, bentang alam yang terbentuk akibat erupsi bukan berarti benar-benar tidak berubah lagi. Istilah "permanen" lebih tepat dipahami sebagai perubahan besar yang dapat bertahan sangat lama dibandingkan umur manusia, meskipun alam tetap akan terus mengubahnya.
Indonesia berada di kawasan yang memiliki aktivitas vulkanik tinggi. Karena itu, perubahan bentang alam akibat gunung api bukan sekadar fenomena geologi yang terjadi jauh dari kehidupan sehari-hari.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi lahan pertanian, sungai, garis pantai, jalur transportasi, hingga kawasan permukiman.
Erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi salah satu contoh bagaimana aktivitas vulkanik dapat memengaruhi wilayah sekitarnya, mulai dari penyebaran abu hingga perubahan pada tubuh gunung dan lingkungan di sekitarnya. Badan Geologi masih terus memantau aktivitas gunung tersebut dan menetapkan tingkat aktivitas berdasarkan perkembangan parameter vulkaniknya.
Baca juga: 7 jenis letusan gunung api dan karakteristiknya
Baca juga: Apa yang terjadi di dalam gunung sebelum erupsi? Ini prosesnya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4951307/original/044250400_1727138623-IMG_20240923_215315.jpg)











