AKSI renovasi atau bedah rumah warga tak mampu yang dijalankan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo tanpa dana APBD atau APBN, mulai memanfaatkan bahan alternatif.
Awal pekan ini, renovasi rumah warga itu untuk kali pertama menggunakan material berbahan dasar limbah daur ulang plastik.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Bahan itu dimanfaatkan untuk merenovasi bagian atap atau genting rumah penerima bantuan yang berada di Kampung Pandeyan Umbulharjo serta kawasan Ngampilan, Kota Yogyakarta.
"Bahan material untuk penggantian atap bedah rumah ini memanfaatkan daur ulang berbahan baku mulai dari botol plastik bekas, bekas kemasan minuman, juga bungkus saset," kata Hasto, Senin, 18 Mei 2026.
Bahan daur ulang berbentuk genting itu diproduksi oleh PT JOS, yang merupakan unit usaha Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mengolah limbah sampah non-organik menjadi produk baku bermanfaat seperti genting rumah.
"Jadi seluruh bahan baku limbah tersebut dibeli langsung oleh PT JOS dari bahan baku limbah bekas yang dikumpulkan warga, lalu diolah agar punya nilai ekonomi," kata dia.
Meskipun berbahan baku limbah daur ulang, Hasto berani menjamin kualitas material itu.
"Genting berbahan dasar sampah plastik ini memiliki daya tahan yang sangat kuat dan aman untuk dijadikan atap pelindung rumah," kata dia.
Bahkan, ujar Hasto, kualitas produk ini telah dibuktikan dengan adanya jaminan garansi pemakaian yang cukup panjang dari pihak produsen. “Ini bukan barang murahan atau kualitas rendah. Justru sudah melalui proses pengujian dan kualitasnya bagus, ada garansi sampai 10 tahun.”
Penggunaan material daur ulang ini, menurut Hasto, menjadi contoh bahwa sampah jika dipilah dengan baik bisa membawa manfaat.
Mantan Bupati Kulon Progo dua periode itu menambahkan bahwa pemanfaatan material hasil daur ulang ini juga bagian dari strategi makro Pemkot Yogyakarta untuk memangkas volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir, sekaligus merangsang pertumbuhan ekonomi sirkular wilayah.
"Bedah rumah ini mengemban misi yang lebih luas dari sekadar memperbaiki struktur fisik bangunan, tapi berupaya menjaga lingkungan sekaligus menghadirkan tempat tinggal yang sehat, aman, dan memenuhi standar kelayakan," kata dia dalam program yang menghimpun dana gotong royong dari swasta itu.
Adapun perwakilan dari PT JOS, Prima Kurniawan, menuturkan seluruh produk atap berbahan limbah daur ulang mereka telah melewati berbagai rangkaian tahapan pengujian ketahanan.
Sampah kemasan, seperti bungkus saset, botol minuman plastik, dan wadah bekas lainnya diproses menggunakan teknologi khusus hingga menjelma menjadi material bangunan yang kokoh serta berdaya guna tinggi.
“Material ini sudah diuji dan terverifikasi. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kualitasnya,” kata Prima.
Prima menguraikan bahwa genting hasil olahan limbah plastik ini memiliki sederet keunggulan komparatif jika disandingkan dengan material atap konvensional yang ada di pasaran.
Selain sifatnya yang ramah lingkungan, genting daur ulang ini memiliki kemampuan alami untuk meredam paparan panas matahari dengan sangat baik, sehingga hawa di dalam ruangan tetap terasa sejuk.
Di samping itu, tingkat fleksibilitas materialnya juga efektif untuk mereduksi suara bising yang ditimbulkan oleh hantaman air saat hujan deras turun.
“Kelebihannya selain lebih ramah lingkungan juga bisa meredam panas dan suara air hujan. Jadi rumah terasa lebih nyaman,” ujar Prima.




































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)












