Ben Gvir Pimpin Ratusan Warga Yahudi Masuk Al Aqsa, Dunia Internasional Mengecam

7 hours ago 3
Ben Gvir Pimpin Ratusan Warga Yahudi Masuk Al Aqsa, Dunia Internasional Mengecam Masjid Al Alqsa, Palestina.(AFP)

MENTERI Keamanan Nasional Penjajah Israel Itamar Ben Gvir kembali memicu kontroversi setelah memimpin ratusan warga Yahudi memasuki kompleks Masjid Al Aqsa. Aksi tersebut menuai kecaman internasional karena dinilai melanggar status quo yang telah lama mengatur pengelolaan situs suci di Yerusalem.

Rekaman yang beredar memperlihatkan Ben Gvir bersama ratusan pengunjung Yahudi berada di kompleks Masjid Al Aqsa pada Kamis (23/7), dalam rangka memperingati Tisha B'Av, hari berkabung umat Yahudi yang mengenang kehancuran Bait Suci Pertama dan Kedua.

Dalam video yang diunggah melalui saluran Telegram pribadinya, Ben Gvir menyampaikan pandangannya mengenai kunjungan tersebut. "Lihatlah apa yang terjadi di sini. Orang-orang Yahudi sedang berdoa dan merasa bahwa merekalah pemilik sah tempat ini," kata Ben Gvir dilansir AFP, Rabu (29/7).

"Orang-orang memahami bahwa Negara (penjajah) Israel adalah pemegang otoritas yang berdaulat. Masih banyak yang harus dilakukan, dan dengan pertolongan Tuhan, kami akan terus melangkah maju," sebutnya.

Kunjungan itu bertepatan dengan peringatan Tisha B'Av yang tahun ini berlangsung sejak Rabu (22/7) malam hingga Kamis (23/7). Aksi tersebut kembali memunculkan sorotan karena dianggap bertentangan dengan kesepakatan status quo yang telah diberlakukan selama puluhan tahun di kompleks Masjid Al Aqsa.

Kompleks tersebut merupakan situs suci ketiga bagi umat Islam sekaligus lokasi paling suci dalam tradisi Yahudi, yang diyakini sebagai tempat berdirinya dua bait suci kuno.

Berdasarkan kesepakatan antara penjajah Israel dan Yordania, pengelolaan kompleks berada di bawah lembaga keagamaan Yordania. Dalam aturan tersebut, warga Yahudi diperbolehkan berkunjung, tetapi tidak diizinkan melaksanakan ibadah di dalam area kompleks, sementara umat Islam tetap menjalankan kegiatan ibadah seperti biasa.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ben Gvir bersama sejumlah kelompok Yahudi kerap memasuki kompleks tersebut dan melakukan doa secara terbuka. Tindakan itu berulang kali memicu kecaman dari Yordania, Otoritas Palestina, serta berbagai organisasi keagamaan Islam.

Pemerintah Yordania mengecam keras kunjungan terbaru tersebut. "Yordania dengan tegas menolak dan mengecam keras tindakan penerobosan yang terus dilakukan oleh para pejabat penjajah Israel, anggota Knesset, dan pemukim ekstremis ke Masjid Al Aqsa, serta peran polisi penjajah Israel dalam memfasilitasi tindakan-tindakan tersebut," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Yordania, Fouad Al Majali.

Ia menambahkan bahwa tindakan tersebut merupakan upaya yang tidak dapat diterima untuk memaksakan realitas baru di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif melalui upaya mengubah pengaturan yang ada saat ini.

Kecaman serupa juga disampaikan Turki. Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Turki menilai tindakan tersebut sebagai provokasi yang mengancam status hukum dan historis Masjid Al Aqsa.

"Kami mengingatkan komunitas internasional bahwa mencegah tindakan provokatif pemerintahan Netanyahu serta upaya menciptakan situasi fait accompli merupakan tanggung jawab bersama," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

"Tindakan-tindakan tersebut melanggar status historis dan hukum situs-situs suci di Yerusalem, khususnya Masjid Al-Aqsa, yang merupakan milik eksklusif umat Islam," tambah pernyataan Kementerian Luar Negeri Turki.

Meski menuai kritik dari berbagai pihak, pemerintah penjajah Israel tetap menyatakan bahwa kebijakan resminya terhadap status quo di Masjid Al Aqsa tidak mengalami perubahan.

Sejak menjabat sebagai Menteri Keamanan Nasional, Ben Gvir telah mengunjungi kompleks Masjid Al Aqsa lebih dari dua belas kali. Pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, ia juga beberapa kali menyampaikan seruan agar penjajah Israel mengambil langkah yang lebih keras terhadap warga Palestina di Gaza maupun Tepi Barat.

Selain menjadi hari berkabung atas kehancuran Bait Suci, Tisha B'Av juga secara tradisional diperingati sebagai momen mengenang berbagai peristiwa tragis yang diyakini terjadi dalam sejarah bangsa Yahudi pada tanggal yang sama. (Fer/P-3) 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |