Berteknologi AI, Satelit YAM-9 Bisa Cari Objek di Bumi Lewat Perintah Teks

6 hours ago 3
Berteknologi AI, Satelit YAM-9 Bisa Cari Objek di Bumi Lewat Perintah Teks Ilustrasi Satelit YAM-9.(Loft Orbit)

TEKNOLOGI penginderaan jauh luar angkasa mencatatkan sejarah baru setelah satelit YAM-9 berhasil mengidentifikasi dan mendeskripsikan berbagai objek di permukaan Bumi secara mandiri tanpa bantuan analisis dari darat. 

Pencapaian ini menandai pertama kalinya model kecerdasan buatan (AI) yang mampu memahami bahasa sekaligus membaca gambar dioperasikan langsung di luar angkasa. Pengoperasian satelit yang sebelumnya membutuhkan penulisan urutan perintah rumit kini disederhanakan hanya dengan memasukkan perintah teks sederhana dalam bahasa sehari-hari.

Satelit YAM-9 dikembangkan oleh perusahaan antariksa Loft Orbital dan meluncur pada musim gugur 2025 sebagai wahana uji coba proyek AI luar angkasa. Satelit ini menjadi platform bagi sistem NAVI-Orbital, sebuah perangkat lunak hasil kolaborasi antara Jet Propulsion Laboratory (JPL) milik NASA dan Loft Orbital. 

Di dalam satelit tersebut, tertanam kartu grafis Nvidia Jetson Orin AGX serta model vision-language Gemma 3 buatan Google DeepMind. Model ini dirancang cukup ringkas untuk memproses teks dan gambar secara simultan di perangkat keras berkapasitas terbatas jauh dari pusat data.

Sistem NAVI-Orbital dirancang dengan arsitektur multi-agen yang terdiri dari tiga modul, yaitu pengoordinasi tugas, penganalisis gambar, dan agen dialog yang menjawab pertanyaan operator. 

Dalam uji coba orbital pertama yang berlangsung pada April lalu, model ini berhasil mengklasifikasikan data sensorik, mulai dari pemetaan wilayah pemukiman, lahan pertanian, pantai, pegunungan, hingga infrastruktur di sekitar hub kereta api. Pengujian darat terhadap 7.960 gambar sebelumnya juga mencatatkan tingkat akurasi klasifikasi mencapai 88,2 persen.

Penerapan AI langsung di orbit diprediksi akan merevolusi pasar industri antariksa dengan memangkas lonjakan data mentah yang biasanya harus dikirim ke Bumi untuk dianalisis. Untuk dapat memantau seluruh wilayah Bumi secara real-time, akan dibutuhkan konstelasi sekitar 50 hingga 100 satelit sejenis YAM-9.

 "AI ini benar-benar 'melihat' apa yang ada di dalam gambar dan mengidentifikasi secara tepat apa yang dicari oleh analis—jembatan, jalan raya, perairan tertentu, atau tanda-tanda bencana alam," kata Sarah Preston, manajer pemasaran senior di Loft Orbital. 

Pengembangan teknologi ini juga membuka peluang pemantauan Bumi secara real-time. Kepala AI Loft Orbital, Paul Lasser, menyamakan kemampuan ini seperti patroli konstan dari luar angkasa di mana satelit hanya akan mengirimkan data ketika menemukan kriteria yang dicari, seperti tumpahan minyak, pembangunan di perbatasan, atau tanda-tanda banjir dan kebakaran hutan. 

Selain pemantauan Bumi, teknologi NAVI-Orbital dirancang untuk misi eksplorasi masa depan ke Bulan dan Mars. Gagasan awal proyek ini muncul saat peneliti JPL, Juan Delfa Victoria dan Taran Cyriac John, memikirkan asisten digital untuk astronot. 

Dalam kondisi mengenakan baju ruang angkasa bertekanan tinggi yang tidak memungkinkan mengetik di papan ketik, astronot dapat memberikan perintah suara langsung kepada asisten AI interaktif yang mendampingi misi mereka. 

Meski keandalan sistem terhadap serangan perintah berbahaya masih perlu diteliti lebih lanjut, tim pengembang optimistis sistem AI orbital ini akan segera menjadi standar baru bagi platform luar angkasa. (Sumber: Universe Space Tech, Warp News/P-3) 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |