Ilustrasi hujan.(Dok. Antara)
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini bagi masyarakat di wilayah Sumatra Utara (Sumut) untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Kondisi cuaca Sumut ini diprediksi dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa potensi hujan tersebut diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. "Waspadai potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor," ujar Budi di Medan, Senin (20/7).
Prakiraan Cuaca Wilayah Sumatera Utara
Berdasarkan data BMKG, berikut adalah rincian prakiraan cuaca untuk wilayah Sumatera Utara pada Selasa (21/7):
- Pagi Hari: Potensi hujan intensitas ringan di wilayah Pakpak Bharat, Samosir, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Dairi, Humbang Hasundutan, dan sekitarnya.
- Siang hingga Sore Hari: Hujan ringan hingga sedang berpotensi merata di sebagian wilayah Sumatera Utara. Khusus wilayah Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Humbang Hasundutan diprediksi mengalami hujan intensitas sedang.
- Malam Hari: Masih terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian wilayah.
- Dini Hari: Kondisi cuaca secara umum diprediksi berawan di seluruh wilayah Sumatera Utara.
Suhu udara rata-rata di wilayah ini berkisar antara 13 hingga 31 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan udara 60 hingga 100 persen. Angin bertiup dari arah Selatan hingga Timur dengan kecepatan 3 hingga 15 km per jam.
Faktor Penyebab Pertumbuhan Awan Hujan
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Christen Marpaung, menjelaskan bahwa terdapat beberapa faktor atmosfer yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Sumatera Utara. Salah satunya adalah adanya daerah belokan angin dan konvergensi.
Selain itu, suhu muka laut yang hangat di Perairan Barat dan Selatan Sumatera turut berkontribusi meningkatkan penguapan. Hal ini menambah kandungan uap air di atmosfer yang memicu pembentukan awan hujan secara signifikan.
Terkait pola angin, secara umum angin di wilayah Sumatera Utara bergerak dari Tenggara ke Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 5 hingga 30 knot. Masyarakat diimbau untuk tetap memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. (Ant/H-3)


















































