Bek Benfica Antonio Silva(AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)
BOURNEMOUTH dilaporkan tengah menjalin komunikasi intensif dengan klub Liga Portugal, Benfica, untuk memboyong bek muda Antonio Silva. Langkah ini diambil manajemen The Cherries sebagai upaya cepat mencari pengganti Marcos Senesi yang memutuskan hengkang ke Tottenham Hotspur dengan status bebas transfer.
Antonio Silva, yang baru berusia 22 tahun, dipandang sebagai profil yang tepat untuk mengisi kekosongan di lini belakang. Kemampuannya dalam mengolah bola (ball-playing defender) dinilai setara dengan kualitas yang ditinggalkan Senesi, bek tengah asal Argentina tersebut.
Hambatan Kualifikasi Eropa
Meski pembicaraan sudah dimulai, Benfica dikabarkan menunda perkembangan negosiasi lebih lanjut untuk sementara waktu. Klub asal Lisbon tersebut ingin memastikan fokus penuh skuad mereka dalam menghadapi babak kualifikasi Liga Europa.
Benfica dijadwalkan bertandang ke markas St Gallen di Swiss pada 23 Juli mendatang, sebelum melakoni laga leg kedua di Lisbon sepekan kemudian. Kepastian masa depan Silva kemungkinan besar baru akan menemui titik terang setelah rangkaian pertandingan krusial tersebut selesai.
Profil dan Pengalaman Antonio Silva
Sejak menembus tim utama Benfica pada 2022, Silva telah menjadi pilar reguler di lini pertahanan. Ia memiliki jam terbang tinggi di kompetisi elite, termasuk Liga Champions, Liga Europa, hingga Piala Dunia Antarklub. Di level internasional, Silva telah mengantongi 20 caps bersama tim nasional Portugal.
Meskipun masuk dalam skuad Portugal untuk Piala Dunia 2022 dan Euro 2024, ia tidak menjadi pilihan utama pelatih Roberto Martinez pada turnamen musim panas ini. Hal ini justru memberikan ruang bagi Bournemouth untuk bergerak lebih leluasa di pasar transfer.
Ambisi Stabilitas di Bawah Marco Rose
Jika kesepakatan ini terwujud, Antonio Silva akan menjadi rekrutan kedua Bournemouth pada bursa transfer musim panas ini. Sebelumnya, The Cherries telah meresmikan kedatangan striker Alvaro Rodriguez dari Elche dengan nilai transfer mencapai £25,7 juta (sekitar Rp538 miliar).
Di bawah kepemimpinan manajer baru, Marco Rose, Bournemouth mengusung misi stabilitas skuad. Setelah meraup pendapatan lebih dari £200 juta dari penjualan pemain tahun lalu, klub kini lebih selektif dan bertekad mempertahankan aset berharga mereka.
Selain mengincar Silva, manajemen Bournemouth juga menegaskan sikap untuk menolak segala tawaran yang masuk bagi tiga pemain kunci mereka, yakni:
- Alex Scott
- Rayan
- Junior Kroupi
Langkah ini menunjukkan ambisi The Cherries untuk tetap kompetitif di Liga Primer Inggris musim depan dengan memadukan talenta muda berbakat dan pemain berpengalaman di bawah arahan taktis Rose. (bbc/Z-1)


















































