Bukalapak Catat Pendapatan Rp 4 Triliun Semester I 2026

3 hours ago 2

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun pada kuartal II 2026. Hingga akhir semester I 2026, pendapatan perseroan mencapai Rp 4 triliun atau tumbuh 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Margin kontribusi perseroan tercatat Rp 72 miliar pada kuartal II 2026 dan margin kontribusi selama semester I 2026 tumbuh 11 persen menjadi Rp 171 miliar," kata Direktur PT Bukalapak.com Tbk., Victor Putra Lesmana dalam keterangan tertulis, pada Selasa, 28 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia mengatakan Bukalapak mencatat adjusted EBITDA sebesar Rp 6 miliar pada kuartal II 2026. Secara kumulatif, adjusted EBITDA pada semester I 2026 mencapai Rp 10 miliar, membaik sekitar Rp 44 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat adjusted EBITDA negatif Rp 34 miliar.

Di tengah ketidakpastian ekonomi, kata Victor, Bukalapak tetap berfokus pada disiplin operasional, peningkatan kualitas pendapatan, serta pengembangan bisnis yang berkelanjutan di seluruh segmen.

Ia berujar bahwa segmen gaming masih menjadi penyumbang pendapatan terbesar. Pendapatan segmen ini mencapai Rp 1,39 triliun pada kuartal II 2026. Secara kumulatif, pendapatan gaming pada semester I 2026 tumbuh 42 persen menjadi Rp 3,5 triliun, didorong oleh pengembangan bisnis internasional. Segmen ini juga mencatat adjusted EBITDA positif sebesar Rp 7 miliar pada kuartal II.

Pendapatan segmen mitra Bukalapak turun menjadi Rp 152 miliar pada kuartal II 2026 dari Rp 188 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sepanjang semester I 2026, pendapatan segmen tersebut turun 27 persen dibandingkan semester I 2025.

Victor menyebut penurunan tersebut merupakan dampak dari strategi yang lebih selektif dalam memilih produk untuk meningkatkan profitabilitas. Meski demikian, margin kontribusi segmen mitra naik 48 persen menjadi Rp 29 miliar dan adjusted EBITDA berbalik positif menjadi Rp 8 miliar dari negatif Rp 9 miliar pada kuartal II tahun lalu.

Segmen investasi melalui BMoney juga mencatat pertumbuhan. Pendapatan pada semester I 2026 meningkat 68 persen menjadi Rp 44 miliar dari Rp 26 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Margin kontribusi naik 62 persen menjadi Rp 15 miliar, ditopang oleh kenaikan aset kelolaan (assets under management/AUM) yang telah melampaui Rp 6 triliun.

Adapun segmen retail membukukan pendapatan Rp 60 miliar pada kuartal II 2026. Sepanjang semester I 2026, pendapatan segmen ini mencapai Rp 139 miliar, turun 14 persen dibandingkan Rp 162 miliar pada semester I 2025. 

Menurut dia, penurunan tersebut terjadi seiring strategi perusahaan untuk mengoptimalkan portofolio produk, mengelola persediaan, dan memperluas jaringan gerai secara lebih selektif.

Pilihan Editor:

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |