Dosen IPB Respons Klaim Minyak Kayu Putih Bikin Irit Bensin

3 hours ago 2

MARAKNYA klaim di media sosial bahwa mencampurkan minyak kayu putih ke dalam bensin dapat membuat konsumsi bahan bakar kendaraan lebih hemat ditanggapi dosen Fakultas Teknik dan Teknologi IPB University, Leopold Oscar Nelwan. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai klaim yang belum didukung bukti ilmiah yang kuat.

Menurutnya, memang terdapat sejumlah penelitian yang mengkaji eucalyptus oil atau minyak eukaliptus sebagai campuran bahan bakar (fuel blend). Dalam proporsi tertentu, minyak tersebut dilaporkan mampu meningkatkan beberapa parameter performa mesin sekaligus menurunkan emisi.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Namun, Leopold menegaskan bahwa penelitian tersebut menggunakan minyak dengan spesifikasi khusus dan komposisi campuran yang dirancang secara ilmiah. "Hal ini berbeda dengan praktik yang banyak beredar di masyarakat, yakni menambahkan minyak kayu putih komersial dalam jumlah kecil ke dalam tangki kendaraan," ujar Leopold melalui keterangan tertulis, Rabu, 29 Juli 2026.

Menurutnya, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memadai bahwa cara tersebut secara konsisten dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan produksi standar. Dia mengatakan minyak kayu putih merupakan campuran berbagai senyawa organik volatil dengan komponen utama 1,8-cineole (eucalyptol). 

“Ketika dicampurkan ke dalam bensin, senyawa-senyawa tersebut memang dapat memengaruhi sifat bahan bakar, seperti volatilitas, angka oktan, maupun karakteristik pembakaran. Namun, besarnya perubahan sangat bergantung pada komposisi dan jumlah yang digunakan,” katanya.

Selain itu, dia menekankan pentingnya membedakan antara fuel blend dan aditif bahan bakar. Fuel blend digunakan dalam proporsi beberapa persen hingga puluhan persen sehingga mampu mengubah sifat bahan bakar secara nyata. 

“Sebaliknya, aditif ditambahkan dalam konsentrasi sangat kecil dan harus memiliki mekanisme kerja yang spesifik agar efektif. Hingga saat ini belum ada penjelasan ilmiah yang membuktikan minyak kayu putih komersial bekerja melalui mekanisme tersebut,” ungkapnya.

Selain manfaat yang belum terbukti, Leopold juga mengingatkan adanya potensi risiko. Komposisi minyak kayu putih komersial dapat berbeda antarprodusen dan belum dirancang sebagai bahan bakar. Dampaknya terhadap kestabilan campuran, pembentukan deposit, kompatibilitas dengan sistem bahan bakar, hingga ketahanan injektor dan komponen mesin dalam penggunaan jangka panjang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Sebagai langkah yang telah terbukti secara ilmiah untuk menghemat bahan bakar, ia menyarankan pemilik kendaraan menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi, melakukan perawatan berkala, menggunakan oli dan bahan bakar sesuai spesifikasi pabrikan, mengurangi beban kendaraan, serta menerapkan gaya berkendara yang halus tanpa akselerasi dan pengereman berlebihan. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |