Cedera Otot Jadi Tantangan Gaya Hidup Aktif, Cold Therapy Jadi Penolong

4 hours ago 1
Cedera Otot Jadi Tantangan Gaya Hidup Aktif, Cold Therapy Jadi Penolong Berbeda dengan balsem atau krim pereda nyeri yang umumnya memberikan sensasi hangat, pendekatan cold therapy memberikan sensasi dingin yang banyak digunakan dalam penanganan cedera akut.(Istimewa)

MENINGKATNYA minat masyarakat Indonesia terhadap gaya hidup aktif melalui olahraga seperti lari, bersepeda, hingga latihan berintensitas tinggi seperti HIIT dan Hyrox turut diikuti tantangan baru, yakni meningkatnya risiko cedera otot dan nyeri sendi. Bagi banyak orang, cedera menjadi penyebab terhentinya rutinitas olahraga karena proses pemulihan yang membutuhkan waktu dan penanganan yang tepat.

Perhatian terhadap pemulihan cedera olahraga pun semakin meningkat. Salah satu pendekatan yang kini semakin banyak digunakan adalah cold therapy atau terapi dingin, yang membantu meredakan nyeri dan peradangan pada fase awal cedera sehingga proses pemulihan dapat berlangsung lebih optimal dan seseorang dapat kembali beraktivitas lebih cepat.

Cold therapy juga mulai diadopsi dalam berbagai produk pereda nyeri. Salah satunya melalui peluncuran X-Cool Pain Reliever Gel oleh PYFAHEALTH, produk berbentuk gel yang dikembangkan dengan teknologi asal Eropa untuk membantu meredakan nyeri otot dan sendi pada masyarakat yang aktif berolahraga.

Associate Vice President Marketing & Innovation PYFA, Adi Prabowo, mengatakan cedera otot dan nyeri sendi masih menjadi salah satu hambatan yang membuat banyak orang kesulitan menjaga konsistensi berolahraga. Karena itu, perusahaan menghadirkan produk yang dirancang praktis dan mudah digunakan untuk mendukung proses pemulihan masyarakat yang menjalani gaya hidup aktif.

"Cedera otot dan nyeri sendi kerap menjadi penghalang utama bagi masyarakat untuk konsisten menjalankan gaya hidup aktif. Melalui X-Cool Pain Reliever Gel, kami menghadirkan solusi berteknologi Eropa yang teruji klinis, sehingga masyarakat dapat pulih lebih cepat dan kembali beraktivitas tanpa rasa khawatir," ujar Adi.

Berbeda dengan balsem atau krim pereda nyeri yang umumnya memberikan sensasi hangat, pendekatan cold therapy memberikan sensasi dingin yang banyak digunakan dalam penanganan cedera akut. Metode ini membantu mengurangi nyeri sekaligus meredakan peradangan pada fase awal cedera otot maupun sendi.

X-Cool memadukan methylsulfonylmethane (MSM) yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi, menthol sebagai pemberi sensasi dingin, serta peppermint oil dan eucalyptus oil yang membantu memberikan rasa nyaman sekaligus relaksasi pada otot. Kombinasi tersebut ditujukan untuk membantu meredakan nyeri, mendukung proses pemulihan, dan mengembalikan mobilitas tubuh sehingga aktivitas dapat kembali dilakukan secara lebih optimal.

PYFAHEALTH juga mengutip hasil penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Sports Medicine melalui studi Efficacy of Cold Gel for Soft Tissue Injuries karya Airaksinen O. dan tim. Penelitian tersebut melaporkan bahwa penggunaan formula cold gel mampu menurunkan tingkat nyeri secara lebih signifikan dibandingkan kelompok placebo sejak minggu pertama penggunaan. 

Efek tersebut juga dilaporkan tetap konsisten selama masa rehabilitasi hingga minggu keempat, menunjukkan bahwa terapi dingin tidak hanya bekerja pada fase akut, tetapi juga mendukung proses pemulihan jaringan otot dan sendi.

Bagi atlet maupun masyarakat yang aktif bergerak, pemulihan yang optimal menjadi bagian penting untuk menjaga konsistensi berolahraga. Penanganan cedera yang tepat tidak hanya membantu mengurangi intensitas nyeri, tetapi juga dapat mempercepat proses rehabilitasi sehingga aktivitas fisik dapat kembali dilakukan dengan lebih aman dan nyaman.

Melalui peluncuran X-Cool Pain Reliever Gel, PYFAHEALTH berharap dapat memperluas pilihan penanganan cedera otot dan nyeri sendi bagi masyarakat Indonesia. Perusahaan menilai cedera tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan kebiasaan berolahraga, melainkan kondisi yang perlu ditangani dengan tepat agar proses pemulihan berlangsung lebih optimal dan gaya hidup aktif tetap dapat dijalani. (E-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |