Nobar Piala Dunia 2026.(Antara)
DEMAM final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol merembet hingga ke sekolah-sekolah. Di Singapura, sekolah memberi kelonggaran kepada siswa untuk datang lebih siang bahkan menggelar acara nonton bareng resmi.
Sejumlah sekolah di Singapura menerapkan kebijakan khusus terkait laga final Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Minggu (19/7) waktu Amerika Serikat atau Senin (20/7) dini hari waktu Singapura. Langkah itu diambil agar para siswa dapat menikmati pertandingan tanpa mengorbankan waktu istirahat dan proses belajar.
St Joseph's Institution (SJI), misalnya, mengizinkan seluruh siswanya masuk sekolah satu jam lebih lambat yaitu pukul 08.30 waktu setempat. Sesi pelajaran yang semula dijadwalkan pukul 07.50 dipindahkan ke 22 Juli.
Juru bicara SJI menjelaskan kebijakan tersebut dibuat karena sekolah memahami banyak siswa ingin menyaksikan final bersama keluarga. Menurut pihak sekolah, institusi pendidikan tidak hanya bertugas memberikan pendidikan akademik tetapi juga membantu siswa memahami berbagai momen penting di luar ruang kelas.
"Kami ingin memberi kesempatan kepada mereka untuk beristirahat lebih lama agar proses belajar tidak terganggu. Momen ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mempelajari nilai kerja sama, ketekunan, daya juang, dan rasa hormat," katanya seperti dilaporkan The Straits Times.
Kebijakan serupa diterapkan Anglo-Chinese School. Seluruh siswa diperbolehkan masuk pukul 08.30. Kepala sekolah Kevin Pang menyebut keputusan itu bertujuan memberi ruang bagi keluarga menciptakan kenangan bersama tanpa mengabaikan kebutuhan istirahat siswa. Sementara itu, Hwa Chong Institution memberikan kelonggaran lebih besar dengan memundurkan jam masuk sekolah hingga pukul 09.30.
Sekolah lainnya, Victoria School, justru menggelar acara nonton bareng semalam suntuk bagi maksimal 350 siswa. Peserta akan berkumpul sejak malam kemudian diberi waktu beristirahat sebelum pertandingan dimulai. Seusai laga yang diperkirakan berakhir sekitar pukul 05.00, mereka kembali mendapat waktu istirahat sebelum mengikuti pelajaran yang dimulai pukul 07.30.
Kepala Victoria School Low Chun Meng mengatakan ide itu berasal dari para pengurus siswa kelas menengah atas. "Kami melihat ini sebagai kesempatan yang baik bagi para siswa untuk mempererat kebersamaan melalui kecintaan mereka terhadap sepak bola sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap sekolah," katanya.
Antusiasme serupa juga terlihat di Singapore Sports School. Sekolah olahraga itu mengadakan nonton bareng bagi atlet pelajar, orang tua, dan staf di auditorium mulai pukul 02.30 hingga 05.30. Sekitar 300 orang diperkirakan hadir. Sebagai kompensasi, kegiatan belajar dimulai dua jam lebih lambat yaity pada pukul 10.00. "Kami mengusulkan kegiatan ini karena ingin memberi pengalaman yang berkesan bagi atlet-atlet pelajar untuk menikmati final Piala Dunia bersama. Responsnya sangat luar biasa dan kami sudah tidak sabar," kata anggota dewan siswa Singapore Sports School, Reeyern Hadassah Ng.
Sementara itu, Anglo-Chinese School (International) memilih merayakan atmosfer Piala Dunia dengan cara berbeda. Para siswa diperbolehkan mengenakan jersey tim nasional negara mana pun ke sekolah, asalkan tetap dipadukan dengan celana atau rok seragam. (Dhk/P-3)


















































