Peneliti Temukan Makam Kuno Usia 3.000 Tahun di Luxor Mesir

5 hours ago 2
Peneliti Temukan Makam Kuno Usia 3.000 Tahun di Luxor Mesir Makam yang baru ditemukan di nekropolis Theban di Lower Sheikh Abd el-Qurna, dekat kota Luxor modern di Mesir.(Carina van den Hoven (2026))

SEBUAH makam kuno berusia sekitar 3.000 tahun secara tidak sengaja ditemukan oleh tim peneliti internasional di kawasan Nekropolis Thebes, situs warisan dunia UNESCO dekat kota Luxor, Mesir. Penemuan berharga ini terjadi saat para arkeolog tengah membersihkan puing-puing untuk melindungi makam-makam kuno dari ancaman banjir bandang.

Proyek yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir sejak 2018 ini berfokus pada konservasi pencegahan dan manajemen risiko di Sheikh 'Abd el-Qurna Bagian Bawah. Berada di kaki pegunungan Thebes, kawasan makam elite tersebut sangat rentan diterjang banjir akibat curah hujan berintensitas tinggi.

Makam Pejabat Bernama Paser

Makam yang baru ditemukan ini memiliki tata letak khas pemakaman kaum elite Thebes dari periode Kerajaan Baru (New Kingdom). Berdasarkan analisis awal ikonografi dan gaya lukisan, struktur ini berasal dari era Ramesside (sekitar 1292–1069 SM).

Di bagian dalam kapel berdinding batu, tim peneliti menemukan lukisan dinding yang masih terawat baik. Lukisan tersebut menggambarkan pemilik utama makam, seorang pejabat pria bernama Paser, bersama istrinya di hadapan meja persembahan yang berisi roti, bir, buah-buahan, daging, dan bunga. Gambar lain menunjukkan momen saat Paser memuja berbagai dewa di dalam kuil.

Meskipun bagian lukisan masih tertutup lapisan kotoran, proses pembersihan oleh spesialis konservasi diharapkan dapat mengungkap lebih banyak detail mengenai identitas serta riwayat hidup penghuni makam tersebut.

Mengungkap Misteri Penggunaan Kembali Makam

Penemuan makam Paser memberikan kontribusi ilmiah penting dalam memahami pola penempatan dan penggunaan kembali (tomb reuse) makam di masa Dinasti Ramesside. Temuan ini membantu para peneliti menganalisis alasan para pejabat pada era tersebut memilih untuk membangun, memodifikasi, atau menggunakan kembali makam yang berdampingan dengan monumen elite dari Dinasti ke-18.

Faktor-faktor seperti kedekatan dengan jalur prosesi keagamaan, makam kerabat, atau monumen pemujaan utama diperkirakan menjadi pertimbangan penting dalam menentukan lokasi pemakaman kaum pejabat masa itu.

Perlombaan Menghadapi Perubahan Iklim

Kegiatan ekskavasi ini sekaligus menjadi perlombaan melawan waktu. Akibat dampak perubahan iklim, frekuensi dan intensitas banjir bandang di kawasan tersebut diprediksi meningkat signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Banjir berisiko menyebabkan kerusakan serius pada struktur makam, mulai dari pembentukan kristal garam akibat kelembapan, lunturnya lukisan dinding, hingga ancaman keruntuhan bangunan.

Melalui program manajemen risiko ini, para peneliti tidak hanya berupaya menyelamatkan warisan sejarah bagi generasi mendatang, tetapi juga membuka tabir sejarah dan kehidupan masyarakat biasa serta pejabat Mesir Kuno di kawasan Sheikh 'Abd el-Qurna yang sebelumnya belum banyak diteliti. (Science Daily/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |