Indonesia-Belarus Sepakati Penguatan Kerja Sama Ekonomi

5 hours ago 3

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Sidang Komisi Bersama (SKB) Indonesia–Belarus berfungsi sebagai kerangka payung kerja sama bilateral, terutama di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknis, dengan tujuan memberikan manfaat maksimal bagi perkembangan ekonomi kedua negara.

Airlangga juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Belarus terhadap penyelesaian dan penandatanganan Indonesia–EAEU FTA pada Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. “Indonesia memandang Belarus sebagai mitra strategis dalam penguatan kerja sama industri, ketahanan pangan, dan pengembangan manufaktur berbasis teknologi,” kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu, 16 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut Airlangga, implementasi Indonesia–EAEU FTA diharapkan membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas serta saling menguntungkan. Ia berujar Belarus mengundang para pemangku kepentingan dan pelaku usaha Indonesia untuk melihat langsung kapabilitas industri pertanian, manufaktur, serta berbagai fasilitas industri di negara tersebut.

Kedua negara pun terus mendiskusikan peluang kerja sama industri dan teknologi, termasuk rencana joint assembly machineries di Indonesia. Forum Bisnis Indonesia–Belarus juga direncanakan berlangsung dalam rangka kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich menegaskan komitmen negaranya untuk memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia melalui pengembangan kerja sama industri, investasi, pertanian, dan konektivitas perdagangan.

Dia juga menyebut pembentukan Dewan Bisnis Indonesia–Belarus akan membantu peningkatan hubungan usaha kedua negara, seiring telah ditandatanganinya Indonesia–EAEU FTA dan proses ratifikasi yang segera rampung.

Di bidang perdagangan dan investasi, kedua negara mencatat tren peningkatan nilai perdagangan yang signifikan, mencapai sekitar US$ 221 juta atau naik 72,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah Indonesia juga telah mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama strategis dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai salah satu negara di kawasan Eropa Timur dengan basis manufaktur yang kuat, khususnya pada sektor alat berat, pertanian, dan kimia, Belarus dinilai memiliki potensi strategis sebagai mitra Indonesia dalam diversifikasi pasar dan penguatan sektor industri.

Indonesia mendorong penguatan kerja sama melalui skema joint venture, perakitan lokal, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional, terutama pada sektor alat berat, kendaraan komersial, pupuk, dan mesin pertanian.

Pada sektor ketahanan pangan dan pertanian, kedua negara membahas potensi kerja sama mekanisasi pertanian dan teknologi pertanian modern guna mendukung produktivitas dan modernisasi sektor tersebut.

Indonesia membuka peluang peningkatan ekspor produk unggulan seperti karet, kakao, kopi, produk perikanan, dan produk manufaktur ke Belarus serta kawasan EAEU. Selain itu, kedua negara membahas penguatan kerja sama di bidang investasi, kesehatan, pendidikan, riset, budaya, olahraga, dan pariwisata.

Pada pembahasan terakhir, kedua pihak menyambut baik penyusunan Roadmap of Developing Key Areas of Cooperation between Belarus and Indonesia for 2026–2030. Dokumen tersebut diharapkan menjadi panduan yang sistematis dan terukur dalam pengembangan kerja sama, sekaligus menjadi salah satu capaian utama dalam kunjungan Presiden Belarus ke Indonesia.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |