Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Boling Junior Asia 2026, PBI Bidik Regenerasi

6 hours ago 4
Indonesia Tuan Rumah Kejuaraan Boling Junior Asia 2026, PBI Bidik Regenerasi Pembukaan Kejuaraan Boling Junior Asia 2026.(Doc PBI)

INDONESIA menjadi tuan rumah Kejuaraan Boling Junior Asia 2026 yang berlangsung pada 22-30 Agustus 2026 di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Kejuaraan junior tingkat Asia yang diikuti 15 negara dengan 163 peserta itu turut dimanfaatkan untuk renegerasi atlet-atlet Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Indonesia (PB PBI) Agus Muhammad Bahron mengatakan penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah merupakan kehormatan sekaligus kepercayaan dari Asian Bowling Federation (ABF).

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami karena ABF menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah. Kami juga mendapat dukungan dari Ketua Umum KOI, KONI, Pak Agum, serta Ibu Vivian Lau,” kata Agus dalam seremoni pembukaan, Minggu (23/8).

Indonesia terakhir menjadi tuan rumah kejuaraan tersebut pada 2014. Ketika itu, tim Merah Putih meraih satu medali emas melalui nomor beregu putri serta dua medali perak dari nomor ganda putra dan ganda putri.

Untuk edisi 2026, PB PBI menargetkan satu medali perak. Sektor putra dinilai menjadi nomor yang paling berpeluang menyumbangkan medali bagi Indonesia.

Agus mengatakan kejuaraan tidak hanya diarahkan untuk mengejar prestasi tetapi juga menjadi tolok ukur pembinaan atlet junior. Ajang tersebut diharapkan mempercepat regenerasi atlet boling Indonesia yang akan diproyeksikan tampil pada kompetisi internasional di masa mendatang.

“Harapannya, atlet junior kita bisa membawa boling Indonesia semakin maju,” ucap Agus.

PB PBI menyebut persiapan sebagai tuan rumah telah dilakukan selama sekitar tiga bulan. Persiapan mencakup koordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga, Komite Olimpiade Indonesia (KOI), KONI Pusat, Direktorat Jenderal Imigrasi, serta Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta.

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari juga menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi internasional secara rutin. Menurut dia, turnamen tersebut dapat memperluas basis atlet sekaligus mempercepat regenerasi.

Dia menilai kehadiran belasan negara yang ikut berkompetisi menjadi kesempatan bagi atlet muda Indonesia untuk menimba pengalaman bertanding menghadapi peserta dari berbagai negara.

“Lebih sering mengadakan kejuaraan internasional akan mendorong lebih banyak pecinta bowling untuk berlatih. Yang paling penting adalah regenerasi,” kata Raja Sapta.

“Mudah-mudahan ini bisa mendorong lebih banyak lagi atlet-atlet bowling khususnya dari Indonesia supaya olahraga bowling terus berkembang,” tambahnya.

Pada pembukaan, turut hadir antara lain Ketua Dewan Pembina PB PBI Agum Gumelar, Wakil Ketua Umum I KONI Pusat Suwarno, serta Honorary Life President Asian Bowling Federation (ABF) Vivian Lau. Vivian memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kejuaraan di Jakarta. Dia mengapresiasi dukungan berbagai pemangku kepentingan terhadap turnamen junior tersebut.

Vivian menyebut penyelenggaraan turnamen junior di Jakarta tersebut menjadi awal bagi Indonesia untuk kembali dipercaya menggelar kompetisi boling dengan level yang lebih tinggi.

“Saya berharap pada masa depan lebih banyak kejuaraan Asia atau bahkan dunia dapat diselenggarakan di Jakarta oleh PBI,” ujarnya.

Sementara itu, Agum Gumelar menilai penyelenggaraan kejuaraan Asia tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan geliat olahraga bowling di Tanah Air. Dia mendorong agar semakin banyak pihak turut berperan dalam mendorong pembangunan fasilitas boling di berbagai daerah.

“Boling merupakan olahraga yang cukup menjanjikan bagi Indonesia. Kita pernah meraih medali emas di Asian Games dan beberapa medali perak. Di berbagai kejuaraan, kita juga mampu bersaing,” ujarnya. (Dhk)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |