Ilustrasi(Dok UI)
FAKULTAS Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menggelar perayaan Dies Natalis ke-62 di Smart Auditorium Adikarsa Keteknikan, Kampus FTUI Depok, pada Jumat (17/7). Tema Engineering Innovation for Sustainable Industry and Future Society digaungkan sebagai manifestasi komitmen FTUI dalam menjembatani inovasi keteknikan yang adaptif dengan kebutuhan industri berkelanjutan. Hal ini guna menghadirkan solusi konkret yang berdampak nyata bagi kemaslahatan masyarakat kini dan masa depan.
Hadir secara langsung membuka acara ini Wakil Rektor UI Bidang Akademik, Prof Mahmud Sudibandriyo, serta diperkaya dengan public lecture oleh Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM, Mohamad Rudy Salahuddin. Mahmud menyampaikan apresiasi mendalam atas perjalanan panjang FTUI yang kini telah menginjak usia 62 tahun. Ia menekankan pentingnya memaknai aktivitas keteknikan (engineering) modern sebagai instrumen adaptif di tengah perubahan global.
“Aktivitas engineering di FTUI hari ini dituntut mampu menghadirkan inovasi yang memperkuat daya saing industri dan aspek keberlanjutan,” tuturnya dalam keterangan resmi.
Memasuki sesi public lecture, Sekretaris Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Sekretaris Utama BKPM, Mohamad Rudy Salahuddin, memaparkan materi bertajuk Transformasi Industri Nasional melalui Hilirisasi dan Inovasi Teknologi.
Rudy mengungkapkan bahwa performa realisasi investasi semester pertama tahun 2026 menunjukkan porsi hilirisasi konsisten menjadi mesin pertumbuhan utama dengan kontribusi sekitar 30% atau mencapai Rp300,1 triliun. Kebijakan tersebut tidak sekadar mengejar kuantitas target pertumbuhan ekonomi nasional, melainkan berfokus pada kualitas investasi yang mampu menyerap 1,4 juta tenaga kerja langsung serta mendorong pemerataan ekonomi yang inklusif di luar Pulau Jawa hingga 50,2%.
Guna mendukung ketahanan energi, pangan, dan kedaulatan berbasis sumber daya alam, pemerintah saat ini tengah gencar memacu Peta Jalan Hilirisasi Nasional yang mencakup puluhan komoditas strategis.
Di hadapan audiens yang hadir mulai dari keluarga besar sivitas akademika FTUI, jajaran guru besar dan dekan di lingkungan UI, serta direktur di pusat administrasi universitas, Rudy turut menegaskan bahwa keberhasilan peta jalan tersebut sepenuhnya bertumpu pada penguasaan teknologi dan inovasi ilmiah.
"Agenda hilirisasi tidak boleh stagnan hanya di pengolahan tahap awal. Nilai tambah terbesar sesungguhnya terletak pada penguasaan teknologi, desain, dan inovasi ilmiah. Hilirisasi nasional mustahil sukses tanpa keterlibatan penuh dari perguruan tinggi,” tegasnya.
Atas dasar itulah, lanjut Rudy, pemerintah terus mendorong penguatan kolaborasi Triple Helix melalui pemberian insentif fiskal agresif berupa Super Tax Deduction hingga 300% bagi industri yang bersedia mendanai riset dan pengembangan (Research & Development) terapan di lingkungan kampus.
Menanggapi hal tersebut, Dekan FTUI, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, menyambut baik dan menekankan esensi tema Dies Natalis ke-62 ini merupakan komitmen inovasi teknik yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan pasar dan memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Menurutnya, di tengah perubahan masif saat ini, peran perguruan tinggi keteknikan menjadi jauh lebih krusial. Kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat belajar secara pasif.
"Melainkan harus menjelma menjadi tempat lahirnya solusi dan ruang bertemunya ilmu pengetahuan dengan kebutuhan nyata industri,” jelasnya.
Kemas juga memaparkan performa gemilang yang diraih oleh FTUI sebagai bagian dari kontribusi bagi nama baik Universitas Indonesia di kancah global. Puncak kebanggaan ini ditandai dengan lonjakan drastis 106 peringkat hingga menduduki posisi 262 dunia pada QS World University Rankings by Subject Engineering and Technology. Reputasi global tersebut diperkuat dengan masuknya para akademisi FTUI dalam daftar bergengsi World's Top 2% Scientists, yang menegaskan keunggulan kualitas riset teknik UI di tingkat internasional.
Selain apresiasi bagi akademisi berprestasi dunia tersebut, agenda turut diisi dengan penyaluran secara simbolis Beasiswa Hasil Dana Abadi FTUI kepada mahasiswa program sarjana, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) strategis bersama PT Biotech Indonesia, PT Siemens Energy Indonesia, dan Universitas Timor demi mempercepat hilirisasi inovasi dan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi. (E-4)


















































