ISRAEL dilaporkan membangun dua pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak untuk mendukung operasi terhadap Iran. Dilansir TRT World, informasi ini pertama kali diungkap oleh The New York Times dalam laporan pada Ahad, 17 Mei 2026, dengan mengutip sejumlah pejabat Irak dan sumber regional.
Salah satu pangkalan yang baru terungkap merupakan bagian dari dua fasilitas rahasia yang telah digunakan Israel secara berkala di wilayah Irak selama lebih dari satu tahun. Kedua fasilitas itu disebut digunakan untuk dukungan udara, pengisian bahan bakar, dan layanan medis.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Para pejabat yang dikutip surat kabar tersebut mengatakan pangkalan itu kemudian turut berperan dalam perang 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni 2025. Dua fasilitas rahasia tersebut berada di gurun barat Irak dan digunakan untuk menopang operasi militer Israel terhadap Iran.
Terungkap dari Temuan Seorang Gembala
Keberadaan salah satu pangkalan diketahui setelah seorang gembala Irak, Awad al-Shammari, menemukan aktivitas yang tidak biasa di dekat Al-Nukhaib pada Maret lalu.
Menurut laporan The New York Times, Al-Shammari melaporkan kepada otoritas setempat setelah melihat helikopter, tenda-tenda, dan sesuatu yang tampak seperti landasan pendaratan darurat.
Setelah melaporkan temuannya, Al-Shammari dilaporkan menghilang dan kemudian ditemukan tewas. Pasukan Irak yang dikirim untuk menyelidiki lokasi tersebut juga diserang. Menurut laporan yang sama, satu tentara Irak tewas dan dua lainnya terluka.
Sebelumnya, The Wall Street Journal pada awal Mei 2026 juga melaporkan bahwa Israel telah mendirikan sebuah pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak untuk mendukung operasi terhadap Iran.
Menanggapi laporan itu, seorang pejabat senior keamanan Irak mengatakan kepada Anadolu bahwa klaim mengenai aktivitas militer Israel di wilayah tersebut adalah “tidak benar”.
Meski demikian, pejabat tersebut mengakui bahwa pasukan Irak sempat menghadapi operasi udara yang “misterius” di kawasan gurun Al-Nukhaib pada Maret lalu. Menurut dia, insiden itu telah ditangani pada saat itu.
Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Israel mengenai laporan tersebut.






























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)

