Trump Kembali Ultimatum Iran terkait Gencatan Senjata

3 hours ago 1

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar segera memenuhi tuntutan Washington terkait gencatan senjata dan program nuklirnya. Jika tidak, kata Trump, konsekuensi yang lebih besar menanti Teheran.

Melalui akun Truth Social pada Ahad, 17 Mei 2026, Trump menulis bahwa waktu bagi Iran semakin sempit. “Waktu sangat mendesak!” tulis Trump. Ia juga menyatakan bahwa “jam terus berdetak” bagi Iran untuk segera bergerak sebelum “tidak ada lagi yang tersisa dari mereka.”

Menurut laporan Middle East Monitor, pernyataan Trump disampaikan di tengah tekanan berulang dari Washington agar Iran menerima syarat-syarat yang diajukan Amerika Serikat untuk mempertahankan gencatan senjata.

Tuntutan AS ke Iran

Dilansir Anadolu, syarat yang diajukan Washington mencakup komitmen Iran untuk tidak lagi memperkaya bahan nuklir, menyerahkan uranium yang telah diperkaya di fasilitas-fasilitas Iran kepada pasukan Amerika Serikat, serta membuka kembali Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk. Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Teheran kemudian membalas dengan menyerang Israel serta sekutu-sekutu Washington di kawasan Teluk, dan menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan permanen.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata itu tanpa batas waktu. Meski demikian, situasi tetap rapuh. Pada Senin pekan lalu, Trump mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi “bergantung pada penopang hidup yang sangat besar” setelah menolak proposal terbaru Iran yang ia sebut “tidak dapat diterima.”

Pembahasan dengan Xi Jinping

Menurut pernyataan Gedung Putih yang dirilis Ahad, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran juga menjadi agenda dalam kunjungan kenegaraan Trump ke Beijing.

Trump dan Presiden Cina Xi Jinping sepakat bahwa Iran “tidak boleh memiliki senjata nuklir.” Keduanya juga menyerukan pembukaan kembali Selat Hormuz dan menyatakan bahwa tidak ada negara atau organisasi yang boleh mengenakan pungutan atas jalur pelayaran tersebut.

Iran memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat kembali melanjutkan apa yang disebut Teheran sebagai “perang pilihan,” Washington akan menghadapi dampak ekonomi yang sebetulnya dapat dihindari.

“Lupakan dulu kenaikan harga gas dan gelembung pasar saham. Rasa sakit yang sesungguhnya dimulai ketika utang Amerika Serikat dan suku bunga hipotek mulai melonjak,” kata Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |