Jakarta, CNN Indonesia --
Israel ngotot tetap melanjutkan operasi darat di Lebanon selatan untuk sementara waktu, meski telah sepakat gencatan senjata.
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Pertahanan Israel Katz mengatakan militer Israel akan tetap berada di zona keamanan mereka di Lebanon selatan, termasuk di daerah Kastil Beaufort, benteng berusia 900 tahun yang telah direbut Israel.
Menhan Katz mengatakan selama ada pasukan Israel di wilayah itu, warga Lebanon yang terpaksa meninggalkan rumah mereka tidak akan dapat kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Katz menyebut Israel akan terus "membongkar infrastruktur teroris di daerah tersebut". Dia mengeklaim Israel memiliki kebebasan bertindak, yang didukung Amerika Serikat, untuk menyerang Beirut sebagai tanggapan terhadap serangan ke komunitas dan wilayah Israel.
Pernyataan ini disampaikan sehari setelah Lebanon dan Israel sepakat gencatan senjata selama proses negosiasi digelar di Washington, Amerika Serikat.
Israel mengeklaim kesepakatan itu bergantung pada penghentian tembakan dari kelompok milisi Hizbullah.
Kesepakatan ini tercapai setelah pemerintah Israel bersumpah akan meningkatkan tindakannya di Lebanon. Rencana itu pun mengancam menggagalkan perundingan AS-Iran. Gencatan senjata yang sedang berlangsung telah berulang kali dilanggar karena Israel dan Hizbullah terus saling menyerang.
Pembicaraan pada Rabu berlangsung hampir sembilan jam dan terjadi setelah seharian penuh pembicaraan pada Selasa di Departemen Luar Negeri AS.
Israel dan Lebanon "sepakat untuk melanjutkan jalur politik dan keamanan pada 22 Juni, dengan tujuan mencapai kesepakatan komprehensif," demikian pernyataan bersama Israel dan Lebanon.
Pernyataan bersama tersebut juga mengatakan bahwa Israel dan Lebanon telah sepakat untuk "segera memajukan pembentukan 'pilot zone' di mana Angkatan Bersenjata Lebanon akan mengambil kendali eksklusif atas wilayah tersebut, dengan mengesampingkan semua aktor non-negara."
Namun, kesepakatan itu tidak menetapkan jangka waktu untuk 'pilot zone' atau zona kendali tersebut.
"Israel menegaskan kembali bahwa keamanan dan penghormatan terhadap integritas wilayahnya hanya dapat dicapai melalui pelucutan senjata Hizbullah dan pembongkaran infrastrukturnya di seluruh Lebanon," demikian pernyataan bersama tersebut.
"Lebanon menegaskan kembali perlunya saling menghormati perbatasan yang diakui secara internasional, kebutuhan mendesak untuk implementasi penuh penghentian permusuhan, menggarisbawahi prinsip-prinsip integritas wilayah dan kedaulatan negara penuh. Lebanon berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas Angkatan Bersenjata Lebanon dengan dukungan AS untuk menegakkan kendali yang efektif di seluruh negeri," pernyataan dari pihak Lebanon.
Kesepakatan tersebut tercapai beberapa hari setelah Trump mendamprat Netanyahu melalui panggilan telepon karena PM Israel itu berencana meningkatkan serangan ke Lebanon.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

12 hours ago
4






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)









