Jakarta, CNN Indonesia --
Jerman untuk pertama kalinya gagal mengamankan kursi sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (DK PBB).
Jerman kalah dari Portugal dan Austria yang menerima lebih banyak suara dari perwakilan Eropa Barat. Mereka akan mulai keanggotaan di DK PBB pada tahun 2027.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan hubungan dekat Jerman dengan Israel, dan peran utama dalam menggalang dukungan untuk Ukraina, mungkin menjadi penyebab Berlin kehilangan kursi di DK PBB.
"Kami selalu mengambil sikap yang jelas pada isu-isu tertentu, dan ini adalah posisi yang tidak semua negara anggota sepakati," kata Wadephul, seperti dikutip New Arab.
"Fakta bahwa Jerman harus selalu memikul tanggung jawab khusus untuk Israel dalam konflik Timur Tengah mungkin juga telah mengurangi suara," imbuhnya.
Hal yang sama diutarakan penasihat kebijakan luar negeri untuk Kanselir Jerman Angela Merkel, Christoph Heusgen. Dia menyebut dukungan kuat Jerman terhadap Israel kemungkinan menjadi alasan kegagalannya merebut kursi DK PBB.
"Penerapan standar ganda (terhadap hak asasi manusia) ini, sayangnya, adalah apa yang sekarang dituduhkan kepada kami. Hal ini mungkin juga berkontribusi pada fakta bahwa kami tidak terpilih," kata Heusgen, seperti dikutip Anadolu Agency.
Dewan Keamanan PBB memiliki lima anggota tetap (Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, dan Inggris) dan 10 anggota tidak tetap untuk masa jabatan dua tahun yang bergiliran, dengan kursi dialokasikan untuk berbagai wilayah dunia.
Dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh Majelis Umum untuk kursi Eropa, Portugal dan Austria masing-masing menerima 134 dan 131 suara, sementara Jerman mendapatkan 104 suara.
Zimbabwe sebagai satu-satunya kandidat untuk kursi Afrika terpilih dengan 182 suara, sementara Trinidad dan Tobago sebagai satu-satunya perwakilan dari Amerika Latin juga terpilih, dan Karibia dengan 181 suara.
Lima negara terpilih tersebut akan menggantikan Pakistan, Somalia, Yunani, Denmark, dan Panama mulai 1 Januari 2027.
Mereka akan bergabung dengan lima negara terpilih lainnya yang telah menjabat untuk periode 2026-2027 yakni Republik Demokratik Kongo, Liberia, Latvia, Kolombia, dan Bahrain.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
3






































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)









