Kuwait Usir 2 Diplomat Iran usai Bandaranya Diserang

10 hours ago 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Kuwait mengusir dua diplomat Iran usai bandara internasionalnya terkena serangan udara pada Rabu (3/6).

Melalui pernyataan di media sosial X, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kuwait menyatakan pihaknya telah memanggil pelaksana tugas (plt) kuasa usaha Kedutaan Besar (Kedubes) Iran di Kuwait, Hamid Hamid Yaqoubi Far, untuk menyampaikan nota protes terkait serangan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nota protes itu mencakup keputusan untuk mengurangi jumlah staf Kedubes Iran. Dua diplomat dinyatakan sebagai persona non grata dan diwajibkan angkat kaki dari Kuwait dalam waktu 24 jam, demikian dilaporkan Anadolu Agency.

Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait Hamad Suleiman Al Mashaan menegaskan kembali penolakan negaranya untuk dipakai sebagai arena pertempuran oleh negara mana pun.

"Ia juga menekankan bahwa klaim palsu Iran tidak berdasar dan tidak didukung oleh bukti apa pun, dan bahwa pengulangan tuduhan tersebut sama sekali tidak bisa membenarkan serangan terhadap wilayah Kuwait serta infrastruktur sipil dan vital," demikian pernyataan Kemlu Kuwait.

"Kuwait memiliki hak penuh dan inheren untuk membela diri dan mengambil semua tindakan yang diperlukan guna menjaga kedaulatannya dan melindungi keamanannya," lanjut Kemlu Kuwait.

Bandara internasional Kuwait dihantam serangan drone pada Rabu (3/6). Satu orang meninggal dunia dan 63 lainnya terluka buntut peristiwa tersebut.

Serangan ini juga merusak fasilitas penting, salah satunya misi diplomatik. Perdana Menteri Kuwait Ahmad Abdullah Al Ahmad Al Sabah langsung meninjau bandara pasca serangan tersebut.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu dini hari merilis pernyataan bahwa serangan mereka menargetkan markas militer Amerika Serikat (AS) di Kuwait, yakni Pangkalan Udara Ali Al Salem. IRGC mengeklaim serangannya diluncurkan untuk membalas serangan AS terhadap menara komunikasi IRGC di selatan Pulau Qeshm.

Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil Kuwait sempat mengaktifkan rencana darurat nasional (emergency plan) imbas serangan ini. Seluruh penerbangan internasional yang menuju Kuwait juga dialihkan ke bandara-bandara negara tetangga.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |