Jaksa Jual Barang Rampasan Crude Oil Seharga Rp 900 M

4 hours ago 1

KEPALA Badan Pemulihan Aset Kejaksaan Agung Kuntadi mengatakan barang rampasan yang telah terjual dengan harga paling fantastis adalah crude oil (minyak mentah) di acara lelang BPA Fair. “Ada crude oil yang di awal pra-event sudah kami jual itu harga limitnya di Rp 800 miliar sekian dan sudah laku di angka Rp 900 miliar sekian,” kata dia di gedung BPA Kejagung, Jakarta Selatan pada Senin, 18 Mei 2026.

Barang tersebut merupakan hasil dari rampasan dari narapidana Mahmoud Mohamed Abdelaziz Mohamed Hatiba dalam perkara pidana umum pencemaran lingkungan. Abdelaziz adalah nakhoda kapal tanker berbendera Iran, MT ARMAN 114,1 yang ditangkap atas tuduhan pencemaran Laut Natuna Utara. Kapal tersebut berisi minyak mentah.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Jaksa sempat berupaya menjual minyak itu sepaket dengan kapalnya, namun karena tidak laku akhirnya diputuskan dijual terpisah. Sampai hari ini kapal tankernya belum terjual. Saat itu jaksa merilis bahwa crude oil yang disita sebanyak 166.975,36 metrik ton.

Abdelaziz sendiri telah divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp 5 miliar subsider kurungan enam bulan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Ia dinyatakan bersalah karena melanggar Pasal 69 ayat 1 Huruf a jo Pasal 98 ayat 1 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kasus ini terungkap saat Petugas Patroli Kapal Negara Marore 322 Badan Keamanan Laut Republik Indonesia atau Bakamla RI melihat dua kapal tanker saling menempel dan mematikan Automatic Identification System atau AIS. Saat didekati, terlihat Kapal MT ARMAN 114 berbendera Iran bermuatan light crude oil dan MT TINOS diduga melakukan kegiatan ship to ship secara ilegal.

Pengamatan tim Bakamla saat itu melihat sambungan pipa kedua kapal saling terhubung dan juga adanya oil spill dari kapal MT ARMAN 114. Kemudian ketika dilakukan uji sampel air laut, hasilnya terjadi pencemaran air laut di Laut Natuna Utara, Provinsi Kepulauan Riau, akibat tumpahan minyak dari Kapal MT ARMAN 114. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |