Jordy Wehrmann Cedera Saat Lawan Aston Villa, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf ke Madura United

1 hour ago 1
Jordy Wehrmann Cedera Saat Lawan Aston Villa, Kurniawan Dwi Yulianto Minta Maaf ke Madura United Pemain Madura United Jordy Wehrmann (kiri)(ANTARA/Rizal Hanafi)

PELATIH Indonesia All Stars, Kurniawan Dwi Yulianto, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen Madura United. Hal ini menyusul cedera yang dialami gelandang andalan mereka, Jordy Wehrmann, saat memperkuat tim All Stars dalam laga uji coba pramusim melawan klub Liga Primer Inggris, Aston Villa.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu (1/8) tersebut berakhir dengan skor 1-3 untuk kemenangan tim tamu. Namun, sorotan utama tertuju pada kondisi Jordy Wehrmann yang harus meninggalkan lapangan lebih awal.

Kronologi Cedera Jordy Wehrmann

Jordy tampil sebagai starter dalam laga bergengsi tersebut. Namun, gelandang berusia 27 tahun itu hanya mampu bertahan hingga pertengahan babak pertama. Ia mengalami benturan yang menyebabkan cedera serius pada bagian bahu, sehingga harus ditarik keluar dan digantikan oleh Febri Uopmabin.

Situasi sempat terlihat mengkhawatirkan ketika tim medis memberikan penanganan intensif di pinggir lapangan. Jordy kemudian segera dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tingkat keparahan cederanya.

"Terima kasih kepada para pemain yang datang, kemudian bersyukur pemain tidak ada cedera, hanya satu si Jordy. Karena memang ini sangat rentan cedera saat para pemain juga melakukan pramusim dengan klubnya," ujar Kurniawan Dwi Yulianto usai pertandingan.

Kurniawan menambahkan bahwa dirinya merasa bertanggung jawab atas insiden tersebut, mengingat Jordy merupakan pemain kunci bagi Madura United yang tengah mempersiapkan diri menghadapi kompetisi resmi.

"Tentunya, secara pribadi saya juga meminta maaf kepada pihak klub, Madura United dengan cederanya Jordy," lanjutnya.

Dugaan Dislokasi Bahu

Hingga berita ini diturunkan, tim pelatih Indonesia All Stars masih menunggu hasil pemeriksaan medis resmi dari rumah sakit. Namun, berdasarkan observasi awal di lapangan, terdapat indikasi kuat bahwa pemain asal Belanda tersebut mengalami pergeseran tulang bahu.

"Belum ada komunikasi (hasil akhir medis), kemungkinan dislokasi pada bagian bahu. Mudah-mudahan tidak kenapa-kenapa," ungkap Kurniawan yang berharap cedera tersebut tidak memakan waktu pemulihan yang lama.

Apresiasi untuk Pemain Muda

Meski harus menelan kekalahan 1-3 dari Aston Villa, Kurniawan tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa anak asuhnya. Ia menilai aspek mental menjadi poin positif yang ditunjukkan oleh skuad Indonesia All Stars, terutama para pemain muda.

Menurutnya, keberanian para pemain untuk tampil lepas dan tidak merasa tertekan saat menghadapi bintang-bintang Liga Inggris adalah modal berharga bagi karier mereka ke depan.

"Melihat permainan saya tidak melihat hasilnya, tapi sesuai dengan apa yang kita rencanakan dari awal bahwa attitude pemain luar biasa, mereka tidak under pressure, kemudian mereka percaya diri," tutur legenda sepak bola Indonesia tersebut.

Kurniawan secara khusus menyoroti para pemain yang juga tergabung dalam Timnas U-20. Pengalaman menghadapi tekanan dari tim sekelas Aston Villa dianggap sebagai simulasi yang sangat baik sebelum terjun ke babak kualifikasi mendatang.

"Mereka bermain melawan tim besar tapi berani menunjukkan kualitasnya. Terutama untuk pemain muda yang main di Timnas U-20, ini modal yang bagus untuk kualifikasi," pungkasnya. (Z-1)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |