KEMENTERIAN Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyatakan Roblox belum memenuhi ketentuan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas). Sejumlah penyesuaian fitur pada penyedia platform game tersebut dinilai belum cukup sesuai dengan tata kelola perlindungan anak di Indonesia.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan Roblox telah memperkenalkan perubahan pengaturan yang berlaku secara global dari kantor pusatnya di Amerika Serikat. Penyedia semesta virtual baru memperkenalkan dua jenis akun berbasis usia, yakni Roblox Kids dan Roblox Select.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Meski itu kebijakan global, kami mengingatkan untuk juga tetap mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia melalui PP Tunas dalam hal indikasi risiko tinggi,” kata Meutya dalam konferensi pers di kantor Komdigi, Jakarta Jakarta, 14 April 2026.
Menurut Meutya, Komdigi masih menemukan celah dalam kebijakan baru Roblox, terutama soal fitur komunikasi yang masih berisiko bagi anak-anak. “Kami masih menemukan bahwa adjustment tersebut masih membolehkan ada komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal,” tuturnya.
Aspek tersebut menjadi perhatian utama para orang tua di Indonesia, sehingga pemerintah belum dapat menyatakan Roblox tpatuh terhadap regulasi. Meutya menyatakan belum dapat menerima proposal dari Roblox mengenai kepatuhan terhadap PP Tunas. Meski begitu, dia menyebut masih ada itikad baik dari perusahaan tersebut.
“Kami yakin bahwa Roblox ke depan akan terus melakukan perbaikan sampai sempurna untuk mengikuti PP Tunas," kata dia.
Hingga saat ini, sudah ada sejumlah platform digital yang telah menyatakan komitmen untuk mematuhi ketentuan PP Tunas, yakni X, Bigo Live, TikTok, serta seluruh layanan di bawah Meta seperti Instagram, Facebook, dan Threads. Beberapa nama, seperti YouTube dan Roblox, dinilai belum memenuhi ketentuan tersebut.
Sebagai informasi, akun Roblox Kids ditujukan bagi anak usia hingga 12 tahun, sementara Roblox Select untuk usia 13 hingga 15 tahun. Kebijakan ini juga disertai sistem verifikasi usia berbasis estimasi wajah untuk memastikan pengguna mengakses konten sesuai kelompok umur.

















































