Anak Gaza.(Al Jazeera)
KARAM, remaja berusia 14 tahun, menggiring bola sepak berwarna biru, kuning, dan putih di sepanjang jalan berpasir di Deir al-Balah, Gaza tengah, Palestina. Di tengah reruntuhan dan tanah pertanian yang hangus, ia mencoba merajut kembali mimpinya yang terputus oleh perang.
"Impian saya ialah menjadi pemain sepak bola," ujar Karam yang kini hidup di pengungsian bersama dua saudara laki-laki dan seorang saudara perempuannya. "Hidup sebelum perang itu indah. Tapi sekarang, tidak ada lagi kehidupan," tuturnya kepada CNN.
Gencatan Senjata yang tidak Dirasakan
Meskipun pembicaraan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran terus diupayakan untuk mengubah gencatan senjata menjadi perdamaian jangka panjang, warga di Jalur Gaza merasa mereka hidup di atas abu dari kesepakatan yang tidak berdaya. Sejak kesepakatan dua fase ditandatangani musim gugur lalu pascaserangan 7 Oktober 2023, kemajuan di lapangan hampir tidak terlihat.
Data Kementerian Kesehatan Palestina per 21 Juni menunjukkan setidaknya 1.059 orang tewas dan 3.429 lain terluka akibat serangan Israel sejak kesepakatan gencatan senjata ditandatangani pada 11 Oktober. Rata-rata, satu anak terbunuh setiap hari di Gaza sejak Oktober lalu.
"Anda bisa dibom kapan saja di mana saja," kata Sally Saleh, seorang pekerja bantuan di Deir al-Balah. "Tidak ada gencatan senjata yang nyata di sini."
Krisis Sanitasi dan Serangan Hama
Lebih dari 1,9 juta orang--hampir seluruh populasi Gaza--mengungsi. Kondisi di kamp pengungsian sangat memprihatinkan. Laporan PBB akhir Mei memperingatkan penyebaran infeksi ektoparasit di tenda-tenda yang tidak memiliki ventilasi, mencapai lebih dari 80% area pengungsian.
Masalah diperparah dengan serangan hama. Tikus, kecoa, dan musang dilaporkan menggigit anak-anak dan bayi yang sedang tidur. "Kami telah berbicara dengan orangtua yang anak-anaknya digigit tikus. Mereka ketakutan hal itu akan terulang kembali," tambah Saleh.
Krisis infrastruktur juga mencapai titik kritis:
- Warga terpaksa menggali lubang pembuangan karena stok toilet sangat rendah, memicu kontaminasi tanah dan air.
- Sekitar 25 juta ton puing menumpuk di Kota Gaza saja.
- Penumpukan sampah mencapai 370.000 meter kubik karena petugas kota dilarang mengakses lokasi pembuangan utama di Juhor al-Dik.
Ekspansi Wilayah dan Identifikasi Jenazah
Militer Israel terus memperluas pendudukan melampaui garis kuning yang memicu gelombang pengungsian baru. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan telah memerintahkan militer untuk menguasai 70% wilayah kantong tersebut.
Di sisi lain, ribuan orang masih terkubur di bawah reruntuhan. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan setidaknya 7.500 orang masih hilang. Pat Griffiths dari Komite Internasional Palang Merah (ICRC) memperingatkan bahwa semakin lama jenazah berada di bawah reruntuhan, semakin sulit untuk diidentifikasi karena hilangnya bukti sirkumstansial seperti sidik jari atau tanda lahir, terutama dengan ketiadaan alat tes DNA di Gaza.
Trauma Generasi dan Harapan yang Tersisa
Dampak psikologis terhadap generasi muda Gaza sangat mendalam. Sally Saleh mencatat fenomena anak-anak menyimulasikan upacara pemakaman atau prosesi penguburan saat mereka bermain. Di sektor ekonomi, tingkat pengangguran melonjak drastis dari 45% sebelum Oktober 2023 menjadi 85,1% pada Mei 2026.
Namun, di tengah kehancuran fisik, perlawanan melalui literatur dan cerita tetap hidup. Yahya Alhamarna, seorang penulis muda, menjadikan mendongeng sebagai cara menjaga ingatan kolektif. "Orang-orang terus menulis, berbicara, dan berharap. Itu sendiri adalah bentuk perlawanan," pungkasnya.
Catatan Pembangunan Kembali: PBB memperkirakan biaya untuk membangun kembali Gaza setelah kampanye militer Israel mencapai US$71,4 miliar (sekitar Rp1.165 triliun). (I-2)































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414491/original/012054700_1763287155-530668458_18471777553074306_380593477510268437_n__1_.jpg)





:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6007179/original/011565500_1778899711-20260512BL_Portrait_John_Herdman_24.jpg)












