Ilustrasi(Antara)
NILAI tukar Rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan Kamis (17/9). Pelemahan ini dipicu oleh langkah bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), yang kembali menaikkan suku bunga acuan di tengah inflasi AS yang masih tinggi.
Berdasarkan data perdagangan Kamis pagi, Rupiah bergerak melemah 43 poin atau 0,24 persen ke posisi Rp17.739 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, Rupiah berada di level Rp17.696 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa pergerakan Rupiah saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika kebijakan moneter AS dan kondisi pasar global.
"Keputusan The Fed memberikan dukungan bagi dolar AS dan menjaga yield US Treasury pada level tinggi, sehingga ruang penguatan Rupiah masih terbatas," ujar Amru di Jakarta, Kamis (17/9).
Dampak Kenaikan Suku Bunga The Fed
Pada Rabu (16/9), The Fed resmi menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 3,75-4,00 persen. Langkah ini diambil untuk menekan inflasi di Negeri Paman Sam yang masih berada di atas target sasaran.
Kenaikan suku bunga tersebut memicu penguatan dolar AS secara global dan menjaga imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tetap tinggi. Kondisi ini secara otomatis memberikan tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk Rupiah.
| Spot (Pembukaan Kamis) | Rp17.739 | Rp17.696 |
| JISDOR (Rabu, 16/9) | Rp17.712 | Rp17.687 |
Sentimen Domestik dan Global
Meskipun tertekan, Amru menyebut adanya sedikit ruang stabilitas bagi mata uang regional berkat penurunan harga minyak dunia setelah kekhawatiran mengenai pasokan mulai mereda.
Dari sisi domestik, pelaku pasar masih mencermati kondisi fiskal dan stabilitas pasar keuangan nasional. Fokus utama investor tertuju pada kemampuan pemerintah dalam menjaga kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah guncangan eksternal yang masif.
Dalam jangka pendek, Rupiah diprediksi akan bergerak volatil dengan kecenderungan masih berada di bawah tekanan. Amru memproyeksikan kisaran pergerakan Rupiah berada di rentang Rp17.650 hingga Rp17.800 per dolar AS.
"Pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada arah kebijakan The Fed ke depan, perkembangan yield US Treasury, serta sentimen terhadap kondisi fiskal di dalam negeri," pungkasnya. (Ant/I-1)













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9302675/original/000661800_1784602076-1000126784.jpg)




