Laba Berkshire Hathaway Melonjak, Greg Abel Mulai Agresif Belanja Saham

4 hours ago 2
Laba Berkshire Hathaway Melonjak, Greg Abel Mulai Agresif Belanja Saham Greg Abel.(The Wall Street Journal/Katie Currid)

BERKSHIRE Hathaway mulai menguras tumpukan kas raksasanya selama kuartal kedua tahun ini. Konglomerat yang berbasis di Omaha, Nebraska, tersebut melakukan pembelian kembali (buyback) saham perusahaan dan membeli lebih banyak saham daripada yang dijual untuk pertama kali dalam lebih dari tiga tahun.

Perusahaan melaporkan pada Sabtu (8/8) bahwa laba kuartalan mereka meningkat lebih dari dua kali lipat. Kenaikan ini didorong oleh keuntungan investasi serta hasil yang kuat dari unit bisnis industri dan ritelnya.

Lonjakan Laba dan Penurunan Kas

Laba bersih Berkshire melonjak menjadi US$25,67 miliar (sekitar Rp410,7 triliun) atau US$17.868 per saham Kelas A dibandingkan dengan US$12,37 miliar atau US$8.601 per saham Kelas A pada periode yang sama tahun lalu.

Hingga akhir Juni, Berkshire memiliki kas dan surat utang negara (Treasury bills) sebesar US$364,7 miliar. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 4% dibandingkan tiga bulan sebelumnya, sekaligus menandai pertama kali kas perusahaan menurun secara berurutan dalam empat tahun terakhir.

Era Baru di Bawah Greg Abel

Langkah belanja besar-besaran ini menjadi sinyal bahwa Greg Abel, yang menggantikan Warren Buffett sebagai CEO pada Januari lalu, mulai menanamkan pengaruhnya pada konglomerat yang dipimpin pendahulunya selama lebih dari setengah abad.

Beberapa kesepakatan terbesar yang dilakukan selama kuartal kedua meliputi:

  • Investasi senilai US$10 miliar pada saham Alphabet, induk perusahaan Google.
  • Akuisisi pembangun rumah Taylor Morrison Home senilai US$6,8 miliar.
  • Pembelian kembali (buyback) saham perusahaan senilai kira-kira US$4,5 miliar, yang mencakup 478 saham Kelas A dan lebih dari 8 juta saham Kelas B.

Secara total, Berkshire membeli sekuritas ekuitas senilai US$23,5 miliar selama kuartal kedua dan hanya menjual senilai US$3,7 miliar.

Kinerja Operasional yang Solid

Laba operasional, yang mengecualikan hasil investasi tertentu dan dianggap Warren Buffett sebagai ukuran kinerja yang lebih akurat, naik 16,3% menjadi US$12,98 miliar. Laba dari portofolio manufaktur, jasa, dan ritel--termasuk komponen logam industri, baterai Duracell, dan stasiun bahan bakar Flying J--melonjak 24% menjadi US$4,47 miliar.

Namun, unit asuransi perusahaan melaporkan penurunan laba penjaminan (underwriting) yang terbebani oleh hasil dari perusahaan asuransi mobil Geico dan pendapatan investasi.

Meskipun pasar saat ini dinilai cukup tinggi, para pengamat Berkshire tetap bersabar melihat strategi Abel dalam mengelola kas. "Sangat sulit mengharapkan Greg membuat kesepakatan besar di pasar yang sedang meluap-luap seperti sekarang," ujar Paul Lountzis, presiden Lountzis Asset Management.

Saat ini, kepemilikan terbesar Berkshire masih terkonsentrasi pada Alphabet, American Express, Apple, Bank of America, dan Coca-Cola. Rincian lebih spesifik mengenai portofolio saham ini dijadwalkan akan diungkapkan dalam pengajuan regulasi minggu depan. (The Wall Street Journal/I-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |