KAWASAN warisan budaya dunia Candi Prambanan di Yogyakarta menghadirkan pameran instalasi seni berukuran jumbo bertajuk Sunflower Angel sejak akhir Mei hingga Ahad, 14 Juni 2026 mendatang. Area pameran langsung ramai dipadati dan memicu antrean panjang wisatawan yang ingin berfoto dengan latar belakang instalasi berbentuk sosok berkepala bunga matahari dan tubuh malaikat bersayap.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Instalasi dengan tinggi sekitar 10 meter tersebut dirancang seniman Arrofi Ramadhan sebagai simbol personal dari perjalanan cinta, harapan, serta mimpi yang dia bangun bersama pasangannya. Arrofi menjelaskan bahwa konsep visual Sunflower Angel lahir dari inspirasi terhadap tiga sosok yang sangat berarti bagi kehidupan pribadinya, yaitu bunga matahari, burung makau, dan Annisa Sekar P yang merupakan pasangannya sendiri.
“Sunflower Angel di Candi Prambanan ini karya personal yang menginterpretasikan perubahan hidup melalui tiga makhluk yang berarti bagi saya, yaitu, bunga matahari, burung makau dan Sekar," kata Arrofi, Rabu, 10 Juni 2026.
Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran dan takdir, penemuan jati diri serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta. Arrofi mengungkapkan bahwa ide awal penempatan karya seni bunga matahari ini di Prambanan muncul setelah menerima banyak masukan untuk menghadirkan instalasi tersebut di berbagai lokasi strategis.
Candi Prambanan akhirnya dipilih menjadi lokasi pameran yang paling menarik karena dinilai memiliki kesamaan motif cerita yang mendalam. Seperti Legenda Bandung Bandawasa dan Roro Jonggrang. Keduanya berangkat dari spirit seseorang yang rela menciptakan karya berskala besar demi menunjukkan keseriusan cinta kepada orang yang disayangi. “Pembuatan karya ini memiliki kesamaan background cerita seperti legenda di Candi Prambanan," ujar dia.
Lebih lanjut, Arrofi bersyukur kepada pihak pengelola candi yang telah mengizinkan instalasi jumbo karyanya berdiri berdampingan secara langsung dengan struktur bersejarah Candi Prambanan. Dirinya berharap kehadiran karya kontemporer ini mampu memberikan ruang komunal baru untuk saling berbagi cerita sekaligus menginspirasi publik secara lebih luas. “Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh publik," ucapnya.
Pameran instalasi seni berukuran jumbo bertajuk Sunflower Angel di kawasan Candi Prambanan Yogyakarta yang berlangsung hingga 14 Juni 2026. Dok. Candi Prambanan.
Candi Prambanan, kata dia, memberikan konteks yang sangat istimewa karena merupakan simbol karya besar yang telah bertahan melintasi waktu. "Saya berharap setiap orang yang datang dapat menemukan interpretasi dan cerita mereka sendiri ketika melihat Sunflower Angel berdiri berdampingan dengan kemegahan Prambanan,” ujarnya.
Pengelola Candi Prambanan yang juga Direktur Komersil In Journey Destination Management (IDM) Gistang Panutur, menyatakan kolaborasi antara situs heritage dunia dengan ekspresi seni modern merupakan bagian dari strategi manajemen untuk menghadirkan variasi pengalaman wisata yang semakin beragam bagi pengunjung. Ia menegaskan untuk menjadikan candi tidak sekadar sebagai ruang sejarah statis, tetapi juga ruang budaya hidup yang inklusif dan terus relevan mengikuti perkembangan zaman bagi generasi lintas generasi.
“Melalui kolaborasi seperti Sunflower Angel dan Candi Prambanan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, yang membuka ruang bagi ekspresi kreatif generasi muda," kata dia.
Antusiasme ribuan pengunjung yang menyerbu instalasi itu menurutnya menunjukkan perpaduan antara heritage, seni, dan kreativitas mampu menghadirkan daya tarik baru sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap kawasan cagar budaya.
Gistang pun mengajak kerja sama yang lebih luas dengan mengundang para seniman lukis, perupa, dan pegiat seni lainnya untuk ikut berkarya serta menggelar pameran di destinasi Taman Wisata Candi. "Kami berharap kawasan cagar budaya mampu memicu dialog kreatif yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu, masa kini, dan masa depan melalui kehadiran karya seni yang estetik, artistik, dan menawan," tuturnya.
Untuk memberikan fleksibilitas dan ruang yang lebih longgar bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan instalasi Sunflower Angel, pengelola menerapkan kebijakan khusus berupa perpanjangan jam operasional kawasan Candi Prambanan pada akhir pekan pada 6 sampai 7 Juni 2026 serta 13 sampai 14 Juni 2026, tanggal-tanggal tersebut gerbang destinasi dibuka hingga pukul 20.00 WIB.





































:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/5495647/original/074499000_1770385031-barba.jpeg)











