Menkes Mau Indonesia Dapat Duluan Obat TBC Baru Buatan AS

3 hours ago 1

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan saat ini Amerika Serikat tengah menguji klinis obat tuberkulosis atau TBC baru. Budi menyebut obat baru itu bisa mempersingkat masa pengobatan TBC dari semula 6 bulan menjadi hanya 1 bulan saja.

Menurut Budi, pemerintah sudah lebih dulu memesan obat tersebut agar Indonesia bisa mendapatkan produk itu lebih dulu. “Sekarang mau clinical trial level 3, saya ngotot dimasukin ke Indonesia juga. Supaya bisa pasien kita dapat duluan,” kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, pada Senin, 20 April 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Budi menjelaskan, bakteri TBC merupakan salah satu bakteri yang sulit untuk dibunuh. Selama ini, penderita TBC harus mengonsumsi obat hingga 6 bulan secara terus menerus untuk membunuh bakteri tersebut. Namun, dengan obat TBC baru yang diproduksi oleh Amerika Serikat ini, penderita cukup satu bulan mengkonsumsi obat, lalu ia akan diberikan obat antibiotik yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh pasien.  

Menurut Budi, cara ini lebih efektif lantaran antibiotik tersebut langsung mengalir di darah pasien dan tidak keluar lagi lewat organ pencernaan sebagaimana obat TBC yang selama ini dikonsumsi. “Sehingga yang tadinya masuknya obat lewat pencernaan langsung keluar, ini langsung masuknya lewat darah. Sehingga daya tahannya ada di dalam tubuh kita lebih lama,” kata dia. 

Budi mengatakan obat tersebut kini telah melewati uji klinis tahap kedua. Hasilnya diklaim menunjukkan reaksi yang bagus. Menurut Budi, nantinya obat tersebut akan dibeli dari Amerika Serikat. Namun, kata dia, bersamaan dengan itu, pemerintah Indonesia melalui Bio Farma, anak badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang farmasi, juga tengah mempersiapkan diri agar bisa memproduksi obat tersebut di dalam negeri. “Sekarang Biofarma lagi mempersiapkan fasilitas untuk produksi,” tuturnya. 

Budi menargetkan pengobatan TBC dengan sistem baru ini bisa diluncurkan pada 2029, sebelum masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berganti dan memasuki musim pemilihan umum. Ia mengatakan target tersebut merupakan permintaan para politikus saat ia berkunjung ke daerah. “Kenapa? Kalau 2029 (kebijakan) ini bisa dijalankan, kita sebagai politisi bisa memonetisasikan itu,” ujarnya. 

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |