Militer AS Investigasi Dugaan Serangan Rudal yang Hantam Pernikahan di Iran

6 hours ago 4
Militer AS Investigasi Dugaan Serangan Rudal yang Hantam Pernikahan di Iran Sebuah foto yang disebarkan oleh Palang Merah Iran diduga menunjukkan sisa-sisa bangunan yang menjadi tempat upacara pernikahan tersebut.(Iranian Red Crescent Society)

PEMERINTAH Amerika Serikat (AS) sedang menyelidiki klaim Iran terkait dugaan serangan rudal militer AS yang menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk dua anak-anak, pada sebuah acara pernikahan di Iran selatan. Wakil Presiden AS JD Vance mengonfirmasi langkah penyelidikan tersebut, meski ia menyatakan keraguan atas kebenaran laporan itu.

Bulan Sabit Merah Iran (IRCS) melaporkan serpihan rudal menghantam lokasi pesta pernikahan yang digelar di sebuah rumah di kawasan Sirik. Selain merenggut nyawa warga sipil, insiden tersebut mengakibatkan 67 orang lainnya mengalami luka-luka.

Empat korban tewas di lokasi kejadian diidentifikasi bernama Zarkhatoon Taheri, 50, Kolsum Mallahi Nazhdnia, 43, Mohammad Mallahi, 16, dan Amirali Karimi, 4. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan korban tewas kelima adalah seorang perempuan berusia 22 tahun yang meninggal saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Menanggapi kejadian ini, Juru Bicaranya Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei secara tegas mengecam insiden tersebut dan mengategorikannya sebagai sebuah tindakan kejahatan perang. Sebagai balasan atas dugaan serangan itu, Iran meluncurkan serangan balasan yang menyasar basis-basis militer AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab.

Di sisi lain, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi pihaknya memang menembakkan rudal pada hari yang sama untuk merespons upaya serangan Iran terhadap pasukan Amerika. Namun, pihak CENTCOM menegaskan bahwa militer AS tidak pernah menjadikan warga sipil sebagai sasaran.

Wakil Presiden JD Vance menyampaikan AS akan memeriksa klaim tersebut secara mendalam. Kendati demikian, ia menilai laporan yang beredar perlu disikapi secara hati-hati.

"Saya harus katakan bahwa media pemerintah Iran selama ini bukanlah pencatat yang baik mengenai apa yang terjadi dalam konflik sejauh ini. Jadi saya sangat skeptis mengenai hal ini," ujar Vance dalam pengarahan di Gedung Putih. "Saya tahu bahwa kami sedang menyelidikinya."

Hasil verifikasi independen BBC Verify terhadap rekaman video dan gambar yang diambil di dekat pesisir Kuhestak memperlihatkan kehancuran sebuah menara telekomunikasi. Sejumlah video lain juga menayangkan deretan rumah warga yang mengalami kerusakan parah sekitar 130 meter di sebelah utara menara tersebut. Analisis forensik BBC Persian mengonfirmasi bahwa menara telekomunikasi yang hancur berjarak sekitar 112 meter dari rumah tempat berlangsungnya pesta pernikahan.

Eskalasi pertempuran antara AS dan Iran ini terus berlanjut setelah AS dan Israel meluncurkan serangan gabungan ke negara tersebut. (BBC/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |