Musim Kemarau, Petani Tasikmalaya Diminta Buat Biopori untuk Resapan Air

6 hours ago 2
Musim Kemarau, Petani Tasikmalaya Diminta Buat Biopori untuk Resapan Air Foto udara pompa air tenaga surya mengairi irigasi lahan pertanian padi di Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/4/2026).(ANTARA/Irfan Sumanjaya)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengimbau kepada seluruh masyarakat agar waspada pada musim kemarau tahun ini akan lebih kering dan panjang. Kekeringan akan berdampak dan lapisan masyarakat harus menyiapkan berbagai kebutuhan terutama pompa air, membuat biopori lubang resapan air.

"Kami meminta agar masyarakat tetap waspada musim kemarau tahun ini supaya melindungi resapan air, menyiapkan pompa air untuk lahan pertanian hingga membuat lubang biopori resapan air supaya tidak krisis air bersih meski sebagian wilayahnya di Kecamatan Bojonggambir, Cipatujah, Cineam, Singaparna dan Mangunreja, terdampak," ujar, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS, Minggu (12/7/2026).

Menurut Roni, musim kemarau panjang di tahun ini akan berdampak di 39 Kecamatan tersebar di 351 Desa mengalami kesulitan mengonsumsi air bersih, mencuci pakaian, mandi, kakus dan lainnya. Akan tetapi, bagi masyarakat selalu menyiapkan berbagai keperluan terutamanya melindungi resapan air.

"Dampak kemarau dapat mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian mengalami kekeringan dan gagal panen, disebabkan karena saluran air yang biasanya mengaliri persawahan mengering. Namun, upaya itu harus dilakukan dengan menanam palawija sebagai pengganti kebutuhan sehari-hari," katanya.

Menurutnya, kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (Kartutla) berdasarkan Klimatologi Jabar, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) potensi musim kemarau panjang pada tahun ini akan lebih kering. Namun, kekeringan yang terjadi puncaknya bulan Agustus hingga September 2026 dan masyarakat supaya selalu meningkatkan kesiapsiagaan hingga musim kemarau yang terjadi suhu berbeda.

"Mussim kemarau tahun ini akan sama dengan musim kemarau tahun lalu, meski matahari masih berada di atas katulistiwa dan musim kemarau akan sama seperti tahun lalu. Namun, kami juga minta agar aparat Desa dan Camat serta masyarakat membuat tempat penyimpanan air supaya bisa dikonsumsi selama kemarau," paparnya. (H-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |