Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae berharap satu bank umum syariah (BUS) baru hasil proses spin-off akan terbentuk pada tahun ini. BUS baru tersebut akan memperkuat struktur industri perbankan syariah nasional pada Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti 2 (KBMI 2).
Saat ini terdapat tiga bank syariah berskala besar yang mengisi posisi KBMI 2 dan 3. Bank dalam kelompok KBMI 2 memiliki modal inti di kisaran Rp 6 triliun - Rp 14 triliun. Sedangkan modal inti KBMI 3 berkisar Rp 14 triliun - Rp 70 triliun.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dalam keterangan tertulis, Dian menjelaskan, sejalan dengan upaya tersebut, konsolidasi industri juga terus berlangsung pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah melalui proses penggabungan terhadap 21 BPR/BPR Syariah. Adapun OJK menargetkan proses penggabungan itu akan menghasilkan 9 BPR Syariah yang lebih kuat, efisien, dan berdaya saing.
Berbagai langkah tersebut, ujar dia, semakin memperkuat struktur industri perbankan syariah yang merupakan bentuk implementasi dari pilar pertama dalam Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Syariah Indonesia (RP3SI), yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah.
"Hingga Maret 2026, industri perbankan syariah mencatatkan pertumbuhan aset dua digit, yakni sebesar 10,49 persen secara tahunan (year on year/yoy) atau sebesar Rp 1.061,61 triliun," kata Dian dalam keterangan tertulis, dikutip dari Antara.
Lebih jauh, Dian membeberkan pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82 persen (yoy) menjadi Rp 716,4 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan nasional. Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan syariah sebesar 11,14 persen (yoy) menjadi Rp 811,76 triliun.
Sementara itu, financing to deposit ratio (FDR) terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir hingga mencapai 87,65 persen. Hal ini sejalan dengan semakin kuatnya kontribusi perbankan syariah terhadap sektor riil.
Kualitas pembiayaan yang baik juga tercermin dari rasio non performing financing (NPF) gross dan NPF net yang masing-masing berada pada level 2,28 persen dan 0,87 persen.
Ia menjelaskan, dukungan perbankan syariah pada penguatan sektor riil dan pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus ditingkatkan melalui peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM. Hal ini terlihat dari total penyaluran pembiayaan UMKM oleh industri perbankan syariah sebesar Rp 217,86 triliun.





























:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3642128/original/083822000_1637681616-2_000_Hkg660630.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5502638/original/046269700_1770993794-vickery.jpg)














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5485282/original/038819000_1769501489-pikojerico-175__1_.jpg.jpeg)

