Pangkat Polisi Gugur saat Penggerebekan Narkoba Dinaikkan

8 hours ago 3

KEPALA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan kenaikan pangkat luar biasa terhadap Ajun Inspektur Dua Yudhie Perdana Putra. Personel Polri itu meninggal saat menggerebek lokasi peredaran narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau narkoba di Desa Tumbang Kalamei, Katingan, Kalimantan Tengah.

Listyo mengatakan, institusi kepolisian turut berduka cita atas meninggalnya Yudhie. "Institusi memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum dan memberikan kenaikan Pangkat Luar Biasa," katanyaa lewat keterangan tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Listyo menginstruksikan kepada seluruh jajaran kepolisian untuk meningkatkan upaya pemberantasan narkoba. Dia meminta polisi melakukan tindakan tegas dan terukur kepada bandar narkoba yang melawan ketika hendak ditangkap.

Personel Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI atau Bareskrim Polri akan memberikan bantuan kepada Kepolisian Resor Katingan dalam mengusut perkara ini. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan bantuan akan diberikan untuk mengusut sindikat narkoba yang menyerang polisi.

Selain itu, tim dari Bareskrim akan membantu pengamanan wilayah. "Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," kata Eko lewat keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.

Selain Yudhie, dua personel Polres Katingan sempat hilang kontak. Keduanya yakni Ajun Inspektur Satu Sumaryanto dan Brigadir Dua Nopandri Ramadhana.

Eko mengatakan peristiwa bermula saat Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat ihwal dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei. Hasil penyelidikan menemukan adanya dugaan keterlibatan seorang berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkoba.

Polisi kemudian menurunkan 12 personel untuk melakukan operasi di Desa Tumbang Kalemei. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.

Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil ditangkap. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melawan menggunakan senjata tajam berupa parang. Berdasarkan laporan, massa bertambah dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penambahan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |