Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Dukono Masih Berlanjut

2 hours ago 3

TIM Search and Rescue atau SAR gabungan melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga pendaki yang masih dinyatakan hilang setelah erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera Utara Hentje M.L. Hetharia mengatakan, operasi pencarian di hari kedua ini difokuskan pada area yang sebelumnya diduga menjadi titik keberadaan para pendaki. "Berdasarkan hasil pencarian hari pertama, Jumat, 8 Mei 2026 terdeteksi keberadaan dua warga negara asing," kata Hentje dalam, keterangan tertulis, Sabtu, 9 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Dia menuturkan, berdasarkan informasi yang dihimpun posisi dua WNA tersebut berada pada jarak sekitar 20-30 meter dari bibir kawah utama. Masalahnya, kondisi medan ekstrem serta meningkatnya aktivitas vulkanik menyebabkan proses evakuasi belum dapat dilakukan.

Hentje mengatakan, dalam kondisi ini diperlukan perhitungan dan strategi evakuasi yang matang dengan mempertimbangkan aktivitas vulkanik dan keselamatan personel yang bertugas. "Sementara satu pendaki warga negara Indonesia hingga kini masih belum terdeteksi keberadaannya," ujar dia.

Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat aktivitas Gunung Dukono yang beberapa kali mengalami erupsi. Erupsi pertama terjadi sejak Sabtu, dini hari hingga pukul 11.00 WIT.

Pada erupsi pertama ini, PVMBG mencatat terjadi erupsi dengan lontaran lava pijar yang terpantau dari pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono. Erupsi kedua pukul 06.10 WIT mencatatkan tinggi kolom abu mencapai 3.000 meter di atas puncak dan mengarah ke utara.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, aktivitas pendakian Gunung Dukono sebetulnya telah ditutup sejak April 2026 oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara melalui Surat Keputusan Nomor 556/061.

Sebab, kata dia, berdasarkan catatan aktivitas Gunung Dukono yang dihimpun PBMBG, aktivitas kegempaan dengan amplitudo besar di gunung ini masih terus terjadi. Aktivitas ini menunjukan erupsi masih berlangsung dengan intensitas tinggi.

Karenanya, dia melanjutkan, demi mencegah insiden serupa terjadi di wilayah lain, BNPB mengingatkan jika rekomendasi pembatasan aktivitas di kawasan rawan bencana gunung api juga berlaku pada sejumlah gunung api aktif lainnya di Indonesia yang saat ini berstatus level II atau waspada, maupun level III atau siaga.

Gunung api tersebut, antara lain Gunung Lewotobi Laki-Laki, Raung, Gamalama, Marapi, Merapi, Semeru, Bur Ni Telong, Banda Api, Sorik Marapi, Karangetang, Ile Lewotolok, Sinabung, Lokon, Rinjani, Dempo, Ibu, Slamet, Soputan, Tambora, Anak Krakatau, Kerinci, Bromo, Awu, Sangeang Api, dan Iya.

"Pemerintah daerah bersama PVMBG, BPBD, TNI, Polri, Basarnas, dan unsur terkait lainnya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Dukono secara berkala guna memastikan keselamatan masyarakat dan mendukung kelancaran operasi pencarian," ujar Abdul.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |