Yen melonjak ke level 155 terhadap dolar AS, ada spekulasi intervensi

6 hours ago 2

Tokyo (ANTARA) - Yen menguat tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS), Jumat sore, sempat mencapai kisaran 155 dari posisi sebelumnya di level bawah 157.

Penguatan itu terjadi di tengah kehati-hatian pasar setelah lonjakan sekitar 5 yen pada Kamis malam yang dipicu spekulasi intervensi, saat libur Golden Week ketika pasar cenderung mengalami pergerakan tajam.

Nilai yen sempat menyentuh 155,50 menjelang pukul 16.00 waktu setempat setelah sebelumnya diperdagangkan di kisaran bawah 157 pada sore hari. Namun, yen kemudian melemah kembali ke kisaran pertengahan 156.

Pada pukul 17.00, dolar berada di kisaran 156,61–156,63 yen dibandingkan 156,58–156,68 yen di New York dan 160,13–160,15 yen di Tokyo pada Kamis pukul 17.00.

Euro diperdagangkan pada kisaran 1,1734–1,1735 dolar AS dan 183,77–183,81 yen, dibandingkan dengan 1,1727–1,1737 dolar AS dan 183,65–183,75 yen di New York serta 1,1679–1,1681 dolar AS dan 187,02–187,06 yen di Tokyo pada Kamis sore.

Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun, yang menjadi acuan, ditutup turun 0,015 poin persentase dari penutupan Kamis menjadi 2,500 persen, seiring meningkatnya pembelian obligasi akibat penguatan yen.

“Mungkin intervensi mata uang dilakukan pada saat pasar memperkirakan hal itu tidak akan terjadi hari ini,” kata Manajer Utama Perencanaan Bisnis di Ueda Totan Forex Ltd., Yuzo Sakai, merujuk pada pernyataan Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Atsushi Mimura yang mengisyaratkan kemungkinan intervensi pada Jumat.

Namun, ia menambahkan bahwa ada kemungkinan perintah jual dolar dan beli yen dalam skala besar di tengah tipisnya transaksi turut mendorong yen menguat hingga ke level 155.

Menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut, otoritas Jepang melakukan intervensi pembelian yen semalam, yang mendorong mata uang itu menguat dari kisaran atas 160 ke level 155.

Sebelumnya pada hari yang sama, Mimura menolak memberikan komentar mengenai apakah otoritas telah melakukan intervensi di pasar.

Sementara itu, saham di Tokyo menguat seiring membaiknya sentimen investor yang didukung laporan kinerja keuangan yang positif di Jepang dan AS, serta aksi beli kembali setelah penurunan sebelumnya.

Indeks Nikkei 225 ditutup naik 228,20 poin atau 0,38 persen menjadi 59.513,12, sementara indeks Topix yang lebih luas naik 1,52 poin atau 0,04 persen menjadi 3.728,73.

Di pasar utama Prime Market, sektor transportasi udara, perdagangan grosir, dan transportasi darat menjadi pendorong utama kenaikan.

Pada awal perdagangan, indeks Topix dan sebagian besar saham dalam Nikkei sempat melemah akibat penguatan yen dan tingginya harga minyak mentah. Namun, kenaikan harga minyak mentah West Texas Intermediate mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menunggu respons Iran terkait negosiasi perdamaian.

Di sisi lain, indeks Nikkei tetap berada di zona positif, didorong saham-saham teknologi berkapitalisasi besar yang mengikuti penguatan di Wall Street setelah laporan kinerja sejumlah perusahaan teknologi besar menunjukkan hasil positif.

“Rilis laporan keuangan perusahaan perdagangan berlanjut pada sore hari yang turut menopang pasar,” kata Kepala Strategi Pasar di Sumitomo Mitsui DS Asset Management Co.,Masahiro Ichikawa.

Meski demikian, saham-saham kembali tertekan menjelang penutupan perdagangan karena investor menyesuaikan posisi menjelang libur panjang selama lima hari.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Survei: 52 persen remaja putri Jepang curhat masalah pribadi ke AI

Baca juga: Indonesia-China luncurkan QRIS lintas perbatasan

Penerjemah: Primayanti
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |