Pidato di Konvensi Dallas, Wapres AS JD Vance Sebut Demokrat 'Partai Kebencian'

5 hours ago 2
Pidato di Konvensi Dallas, Wapres AS JD Vance Sebut Demokrat 'Partai Kebencian' Wapres AS JD Vance mengkritik tajam Partai Demokrat dalam konvensi di Dallas jelang pemilu sela. Simak ulasan pidato dan dinamika politik Republik di sini!(White House)

WAKIL Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyebut Partai Demokrat sebagai "partai kebencian" saat menyampaikan pidato utama dalam konvensi Partai Republik di American Airlines Center, Dallas, Kamis lalu. Di hadapan para pendukungnya, Vance mendesak para pemilih untuk menyingkirkan Demokrat pada pemilu sela mendatang.

Kemunculan pria berusia 42 tahun tersebut disambut riuh sorak penonton yang menyerukan namanya. Penampilannya di panggung konvensi dinilai banyak pihak memperkuat posisinya sebagai kandidat kuat penerus Donald Trump untuk pemilu presiden 2028.

"Mulai musim gugur ini, Partai Demokrat mengusung calon-calon yang akan mengatur apa yang boleh dikatakan anak-anak Anda, bagaimana mereka diizinkan hidup, dan yang tak kalah penting, siapa yang harus mereka benci," ujar Vance.

"Demokrat adalah partai kebencian. Mereka adalah partai yang membenci Amerika dan orang-orang yang membangunnya. Mereka adalah partai yang bahkan bisa bersimpati kepada teroris pelaku 9/11," tambahnya.

Usai pidato tersebut, Donald Trump naik ke atas panggung dan memuji penampilan wakil presidennya.

"Saya ingin berterima kasih kepada wakil presiden kita yang hebat. Luar biasa apa yang dia lakukan malam ini!" kata Trump. "Kalian tahu, Demokrat mulai gugup."

Dalam kesempatan itu, Trump mengulangi janji kontroversialnya untuk memberikan "dividen Trump" senilai 5.000 dolar AS kepada setiap warga dewasa Amerika jika Partai Republik berhasil mempertahankan kontrol di dua kamar Kongres.

Partai Republik sendiri menghadapi tekanan berat menjelang pemilu sela. Lembaga pemantau pemilu Decision Desk HQ memproyeksikan Demokrat berpeluang menguasai House of Representatives dengan 229-206 kursi, sementara persaingan di Senat berlangsung amat ketat pada posisi 50-50. Di sisi lain, tingkat kepuasan publik terhadap Trump berada di kisaran 30-an persen akibat tingginya inflasi dan konflik dengan Iran.

Dalam pidatonya, Vance memfokuskan serangan pada isu keluarga dan nilai-nilai tradisional, yang ia kontraskan dengan pandangan kelompok kiri. Vance juga menyempatkan diri memberikan penghormatan kepada aktivis muda konservatif, Charlie Kirk, pada peringatan satu tahun kematiannya.

"Kepada kaum radikal yang ingin menghancurkan keluarga saya dan ribuan serta jutaan keluarga lain di seluruh negeri, kami punya pesan singkat untuk mereka: menjauhlah dari anak-anak kami," tegas Vance.

Suasana sempat memanas ketika seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Meksiko dan berteriak dari tengah kerumunan. Vance langsung merespons aksi tersebut dari atas panggung.

"Nah, temanku, jika kamu begitu mencintai Meksiko, angkat kakimu ke sana," respon Vance. "Saya yang akan membelikan tiket pesawatnya."

Penampilan Vance tepat sebelum pidato penutup Trump memberikannya panggung paling strategis dalam konvensi ini. Hal tersebut memicu diskusi di internal Republik mengenai masa depan partai pasca-Trump. Vance secara luas dipandang sebagai calon unggulan untuk nominasi presiden dari Partai Republik pada 2028, meskipun ia menyatakan belum akan mengambil keputusan hingga pemilu sela usai. (AFP/Z-2)

Read Entire Article
International | Entertainment | Lingkungan | Teknologi | Otomotif | Lingkungan | Kuliner |